BeritaKaltim.Co

KPP MINING Pacu Transformasi Menuju Smart Mining, Pangkas 245 Ribu Ton Emisi Karbon

BERITAKALTIM.CO — PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) menegaskan komitmennya terhadap transisi energi berkeadilan (just energy transition). Melalui berbagai inovasi dan strategi digitalisasi, KPP MINING menargetkan menjadi perusahaan tambang pintar (smart mining company) pada tahun 2028.

“Kami cukup percaya diri menghadapi tantangan transformasi energi ini. Just energy transition sangat relevan dengan perjalanan kami sebagai perusahaan jasa pertambangan yang berkomitmen menuju operasi berkelanjutan,” ujar Head of Corporate Communication Section KPP MINING, Bangkit Pratama, dalam acara Indonesia Sustainable Energy Week yang diinisiasi GIZ, di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (15/10/2025).

Didirikan pada tahun 2003 di Kalimantan Selatan, KPP kini mengelola 11 lokasi tambang yang tersebar di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, hingga Nusa Tenggara Barat (Sumbawa Besar).

Total tenaga kerja KPP MINING mencapai 7.100 orang, dengan 70 persen berasal dari tenaga kerja lokal di masing-masing wilayah operasi.

“Kami punya kebijakan 70 persen tenaga kerja lokal. Jadi dari operator hingga mekanik, mayoritas putra daerah,” kata Bangkit.

Sejalan dengan strategi diversifikasi usaha, pada 2021 KPP MIIING mulai masuk ke sektor pertambangan emas (gold mining), dan pada 2023 merambah pertambangan mineral

Selain memperluas portofolio, perusahaan juga menanamkan budaya kerja “CISS (Competence, Integrity, Synergy, Safety)” sebagai fondasi pengembangan SDM.

Hingga 2024, KPP MINING mencatat 483 ribu proyek inovasi internal yang berfokus pada teknologi, efisiensi energi, dan keselamatan kerja.

“Industri tambang hari ini tidak hanya berbicara soal keselamatan dan produktivitas, tapi juga teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (AI). Itu semua adalah tantangan sekaligus peluang bagi kami,” ujar Bangkit.

Langkah Nyata Transisi Energi

KPP MINING memiliki target ambisius dalam mendukung penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen dan pencapaian bauran energi terbarukan 20 persen.

Hingga September 2025, KPP MINING mencatat penurunan emisi karbon sebesar 245.160 ton CO₂ dan telah menggunakan 39,86 persen sumber energi terbarukan dalam operasionalnya.

“Kami telah mengurangi emisi hingga 245 ribu ton CO₂. Angka ini merupakan hasil dari implementasi efisiensi energi dan penggunaan energi hijau di seluruh lokasi tambang kami,” jelasnya.

Selain pengurangan emisi, KPP MINING juga membentuk Komite ESG yang fokus pada delapan Tata Kelola Bisnis, GHG Reduction, Energy Management, Waste Management, Water Management, Safety and Healt, Community Development, dan Employee Diversity and inclusivity. Komite Green, Safety, and Innovation (GSI).

Komite ini melakukan evaluasi rutin setiap bulan untuk mengukur capaian dan memperbarui inisiatif keberlanjutan.

Tak hanya fokus pada aspek lingkungan, KPP MINING juga menjalankan program tanggung jawab sosial di empat bidang utama: pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi UMKM.
Hingga September 2025, program pemberdayaan ini telah menjangkau 13.496 penerima manfaat, jauh melampaui target awal sebanyak 4.189 orang.

“Kami tidak hanya mengejar profit dan produktivitas, tapi juga tumbuh bersama masyarakat,” tutur Bangkit.

KPP MINING menargetkan pada 2028 seluruh operasional pertambangannya dapat beroperasi semi-autonomous, didukung sistem digitalisasi dan AI.

Komitmen tersebut membuahkan hasil: tahun ini, KPP MINING meraih penghargaan Best Company To Work For in Asia dari HR Asia dan Predikat Emas kategori Operasional Pertambangan dari ASPINDO

“The new era of mining adalah tentang kecepatan, ketepatan, dan keberlanjutan. Digitalisasi dan AI akan menjadi partner kami menuju masa depan pertambangan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Yani | Wong

Comments are closed.