BeritaKaltim.Co

Presiden Brasil Lula da Silva Dorong Perdagangan Bebas dan Transaksi Non-Dolar dengan Indonesia

BERITAKALTIM.CO — Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyerukan pentingnya sistem perdagangan global yang lebih berimbang dan adil, termasuk dengan mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi antarnegara, guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Hal itu disampaikan Lula dalam pernyataannya usai pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/10).

“Indonesia dan Brazil tidak menginginkan perang dingin baru. Kita menginginkan perdagangan bebas, dan bahkan lebih jauh, kita ingin menjajaki perdagangan antarnegara dengan menggunakan mata uang masing-masing,” kata Lula.

Lula menegaskan, sudah saatnya negara-negara berkembang memiliki keberanian baru untuk membangun sistem perdagangan global yang lebih mandiri dan berkeadilan.

Menurutnya, sistem ekonomi dunia saat ini masih terlalu bergantung pada kekuatan besar tertentu dan harus diimbangi dengan semangat kerja sama yang setara.

“Dunia abad ke-21 menuntut keberanian untuk berubah, sesuatu yang belum sepenuhnya dimiliki pada abad ke-20,” ujarnya.

Dalam konteks itu, Presiden Brasil mendorong semangat multilateralisme dibanding unilateralisme, serta demokrasi ekonomi alih-alih proteksionisme.

Kerja Sama Indonesia–Brasil Diperkuat di Banyak Sektor

Lula menegaskan komitmen Brasil untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia, tak hanya di bidang ekonomi dan perdagangan, tetapi juga ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan politik.
Ia menekankan, kerja sama tersebut harus dilakukan dengan prinsip kemandirian tanpa ketergantungan pada satu kekuatan besar dunia.

“Kedua negara berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi, teknologi, budaya, dan politik tanpa bergantung pada satu kekuatan besar,” ujar Lula.

Lebih lanjut, Lula menyebut bahwa tujuan utama dari kemitraan Indonesia–Brasil adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kita ingin bertumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan kehidupan yang layak bagi rakyat, karena itulah mandat yang diberikan kepada kita sebagai pemimpin,” tegasnya.

Pernyataan Lula ini menandai komitmen bersama antara dua kekuatan besar di kawasan Global Selatan untuk mendorong sistem perdagangan internasional yang lebih adil, mandiri, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

ANTARA | WONG

Comments are closed.