BERITAKALTIM.CO – Presiden Prabowo Subianto tiba di Malaysia, Sabtu (25/10) malam, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 yang akan dibuka secara resmi pada Minggu (26/10/2025).
Kedatangan Presiden disambut hangat oleh diaspora Indonesia, termasuk anak-anak warga negara Indonesia (WNI) yang telah menunggu di hotel tempat menginap Presiden di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur.
Prabowo tiba di hotel sekitar pukul 22.11 waktu Malaysia, didampingi oleh putranya, Didit Hediprasetyo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Saat tiba, Presiden menerima buket bunga dari seorang anak WNI, yang menandai sambutan penuh kehangatan dan rasa bangga dari masyarakat Indonesia di Malaysia.
Sejumlah pejabat tinggi turut hadir menyambut kedatangan Presiden Prabowo, di antaranya:
-
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto,
-
Menko Polhukam Djamari Chaniago,
-
Menko PMK Pratikno,
-
serta Menteri Luar Negeri Sugiono, yang telah tiba lebih dahulu di Kuala Lumpur sejak Jumat (24/10).
Turut mendampingi penyambutan di lokasi, Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia Danang Waskito, bersama jajaran Atase Pertahanan, Hukum, dan Ekonomi KBRI Kuala Lumpur, antara lain:
-
Atase Laut Kolonel Marinir Kusno Eko Haryanto,
-
Atase Polisi AKBP Juliarman Pasaribu,
-
Atase Pertahanan Tri Andi Kuswantoro,
-
Atase Hukum Andi Eva Nurliani,
-
Koordinator Bidang Ekonomi Hendra P. Iskandar, dan
-
Koordinator Pensosbud Wishnu Krisnamurthi.
Sambutan hangat dari para pejabat dan diaspora menggambarkan antusiasme masyarakat Indonesia di Malaysia terhadap kunjungan kerja pertama Presiden Prabowo ke negara jiran dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara.
Bahas Perdamaian dan Sentralitas ASEAN
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa dalam forum KTT ASEAN ke-47, Presiden Prabowo akan menyampaikan pandangan Indonesia terkait penguatan posisi ASEAN di kancah regional dan global.
“Presiden Prabowo akan menegaskan pentingnya ASEAN menjaga sentralitas dalam menghadapi berbagai tantangan kawasan serta memperkuat peran ASEAN dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas dunia,” ujar Menlu Sugiono.
Dalam pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN yang digelar Sabtu (25/10), Sugiono menyerukan agar negara-negara ASEAN memperkuat solidaritas dan ketahanan regional, terutama dalam menghadapi isu geopolitik dan dinamika global yang terus berkembang.
“Dari waktu ke waktu, persatuan dan sentralitas ASEAN telah memandu kawasan menghadapi tantangan dengan ketahanan dan tekad. Hal ini harus terus dijaga dan diperkuat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menlu Sugiono juga mendorong penguatan Institut Perdamaian dan Rekonsiliasi ASEAN (AIPR), termasuk peningkatan kapasitas penelitian dan diplomasi perdamaian.
“Kami ingin ASEAN meningkatkan hubungan eksternal secara strategis, memperluas kemitraan secara seimbang dan terukur sesuai dinamika global,” ujarnya.
Kehadiran Presiden Prabowo di KTT ASEAN ke-47 menjadi bagian dari agenda diplomasi luar negeri Indonesia untuk memperkokoh posisi negara sebagai salah satu pemimpin utama di Asia Tenggara sekaligus penjaga perdamaian kawasan Indo-Pasifik.
ANTARA | WONG
Comments are closed.