BeritaKaltim.Co

BPJS Kesehatan Balikpapan Genjot Transformasi Digital, Layanan Kini Semakin Mudah dan Cepat

BERITAKALTIM.CO— BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Balikpapan terus memperkuat transformasi layanan digital, demi memberikan kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui berbagai inovasi berbasis teknologi, masyarakat kini bisa mengakses hampir seluruh layanan tanpa harus datang ke kantor cabang.

Kepala BPJS Kesehatan KC Balikpapan, Aidy Ilmi, mengatakan digitalisasi menjadi kunci peningkatan kualitas pelayanan sekaligus efisiensi operasional. Aplikasi Mobile JKN, kanal PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp), Care Center 165, hingga Anjungan Mandiri JKN (AMAN JKN) menjadi andalan dalam melayani kebutuhan peserta secara cepat dan praktis.

“Peserta kini tidak perlu antre di kantor. Hampir semua layanan sudah bisa diakses dari ponsel. Ini bukti nyata transformasi digital BPJS Kesehatan menuju layanan yang humanis, efisien, dan modern,” ujar Aidy, Senin (27/10/2025).

Selain kanal daring, BPJS Kesehatan KC Balikpapan juga mengoperasikan layanan BPJS Keliling, BPJS SATU di rumah sakit, serta loket pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP). Inovasi ini memastikan masyarakat yang tidak memiliki akses digital tetap mendapatkan pelayanan maksimal.

Transformasi digital tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sepanjang tahun terakhir, BPJS Kesehatan mencatat lebih dari 34 juta transaksi digital secara nasional, dengan tren penggunaan kanal daring di Balikpapan terus meningkat.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga menghadirkan kemudahan pembayaran melalui lebih dari 1 juta kanal aktif, mulai dari bank, e-commerce, PPOB, hingga ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret. Sistem autodebit kini menjadi solusi utama agar peserta tidak perlu khawatir kehilangan status aktif.

“Kami mendorong peserta menggunakan autodebit agar perlindungan kesehatannya tidak terputus. Setiap rupiah iuran yang dibayarkan adalah investasi bagi masa depan kesehatan,” jelas Aidy.

Hingga Oktober 2025, wilayah kerja BPJS Kesehatan KC Balikpapan yang mencakup Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Paser, dan Berau telah memiliki 1,36 juta peserta aktif dengan tingkat keaktifan mencapai 86,86 persen. Kota Balikpapan menyumbang jumlah peserta terbesar, yakni 638 ribu jiwa.

Menurut Aidy, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, dan fasilitas kesehatan. Saat ini, cabang Balikpapan bermitra dengan 223 fasilitas kesehatan tingkat pertama serta 47 rumah sakit rujukan.

“Kami berkomitmen tidak hanya mengelola iuran, tetapi juga menjadi penggerak perubahan menuju sistem kesehatan nasional yang inklusif dan berkeadilan,” pungkasnya.

NIKEN | WONG

Comments are closed.