BeritaKaltim.Co

Ketika Harapan Itu Datang ke Bukit Mahoni: Cerita Warga Tenggarong Seberang Bertemu Pemimpinnya

BERITAKALTIM.CO — Mentari belum tinggi ketika puluhan warga Desa Bangun Rejo mulai berkumpul di kawasan wisata Bukit Mahoni. Mereka datang dengan harapan sederhana—mendapat perhatian atas kebutuhan dasar yang selama ini menunggu uluran tangan pemerintah.

Hari itu, Rabu (5/11/2025), Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, melakukan kunjungan kerja ke Tenggarong Seberang. Namun bagi warga, kehadiran Rendi bukan sekadar prosesi seremonial. Itu adalah kesempatan untuk didengar.

Salah satu warga, Pak Rahman, berdiri di antara kerumunan. Rumahnya hanya berjarak beberapa ratus meter dari jalur dua Tenggarong–Samarinda yang longsor sejak beberapa waktu lalu.

Ia bercerita bagaimana suara alat berat menjadi harapan baru di tengah keresahan warga yang bergantung pada akses jalan itu.
“Kalau malam, kami khawatir sekali. Jalan makin turun,” katanya kepada tim yang hadir.

Rendi yang meninjau langsung progres pekerjaan menyampaikan bahwa penanganan telah mencapai lebih dari 80 persen. Ia memahami kegelisahan warga, terutama karena proses perbaikan sempat dianggap lambat.

“Tidak semua jalan longsor masuk kategori kebencanaan. Karena itu pembiayaannya harus lewat APBD. Ke depan, kita berharap dana perawatan bisa digunakan untuk penanganan longsor seperti ini,” ujarnya menenangkan warga.

Setelah meninjau longsor, rombongan melanjutkan perjalanan ke lokasi penyerahan bantuan. Empat unit Power Thresher diserahkan kepada para petani Gapoktan Serba Usaha. Bagi mereka, alat itu bukan hanya mesin—tetapi kesempatan untuk bekerja lebih efisien dan meningkatkan hasil panen.

Beberapa meter dari sana, di Masjid Baitul Muttaqin, pengurus masjid menerima bantuan peribadahan. Ada rasa syukur di wajah para jamaah yang hadir, seakan kehadiran pemerintah memberi angin segar untuk kegiatan keagamaan mereka.

Di tempat lain, sebuah rumah sederhana berdiri lebih kokoh dari sebelumnya. Itulah rumah keluarga kecil yang mendapat program bedah rumah layak huni, hasil kolaborasi Baznas Kukar dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Rendi menyempatkan diri masuk ke rumah itu, menepuk bahu sang pemilik rumah yang tampak haru.

“Inilah contoh bagaimana dana zakat yang dihimpun benar-benar kembali ke warga Kukar,” ujar Rendi.

Dalam dialog bersama warga dan petani di Bukit Mahoni, Rendi bercerita tentang kondisi yang tidak mudah sepanjang tahun 2025. Sejak Februari, Kukar bersama daerah lain harus melakukan efisiensi besar-besaran. Banyak kegiatan akhirnya tertunda untuk tahun berikutnya.

Meski begitu, bagi Rendi, penghematan bukan alasan untuk menjauhi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas.

“Kita memastikan setiap rupiah benar-benar bermanfaat untuk perekonomian kerakyatan,” ucapnya di hadapan warga.

Di antara warga yang datang hari itu, tampak seorang ibu muda menggendong anaknya. Ia datang untuk mengikuti dialog, berharap layanan kesehatan dan pendidikan anaknya bisa lebih baik ke depan.

Ketika Seorang Pemimpin Turun ke Lapangan

Bagi masyarakat Tenggarong Seberang, kunjungan ini bukan hanya soal bantuan, proyek, atau program pemerintah.
Bagi mereka, ini adalah cerita tentang kedekatan—tentang bagaimana seorang pemimpin hadir untuk melihat sendiri apa yang harus diperbaiki, dan mendengar sendiri apa yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik harapan.

Di Bukit Mahoni, di antara udara sejuk dan suara warga yang penuh harap, hari itu menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya bergerak lewat anggaran, tetapi melalui sentuhan manusia ke manusia. #

HARDIN | WONG | ADV

Comments are closed.