BERITAKALTIM.CO — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menegaskan pentingnya sinergi antara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel MP) dengan BUMDes dan pelaku UMKM guna mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal serta mendorong kemandirian desa.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Dian, mengatakan bahwa keberadaan Kopdeskel harus selaras dengan ekosistem usaha yang sudah berkembang di desa maupun kelurahan.
“Pengembangan usaha Koperasi Merah Putih harus mempertimbangkan usaha yang sudah berjalan di desa atau kelurahan, termasuk usaha yang dilakukan oleh BUMDes dan pelaku UMKM,” ujar Ahyani di Tenggarong, Jumat.
Menurutnya, koperasi tidak boleh berdiri sebagai kompetitor baru yang justru mematikan usaha warga. Sebaliknya, kehadirannya harus mampu membangun kolaborasi dan mempercepat perputaran ekonomi.
“Jangan sampai koperasi menjadi pesaing tidak sehat dan mematikan usaha ekonomi warga. Ini yang tidak boleh terjadi,” tegasnya.
Perlu Tim Terpadu untuk Pembinaan dan Pengawasan
Ahyani menilai perlu dibentuk tim terpadu untuk memperkuat pembinaan dan pengawasan Kopdeskel Merah Putih. Tim tersebut nantinya melibatkan unsur perangkat daerah, akademisi, perbankan, profesional, dan praktisi, sehingga pengembangan koperasi dapat terpantau secara menyeluruh.
Sehari sebelumnya, saat membuka kegiatan peningkatan SDM Kopdeskel Merah Putih se-Kukar, Ahyani juga menekankan pentingnya penyusunan peta jalan (roadmap) Kopdeskel. Peta jalan ini harus terintegrasi dengan dokumen pembangunan daerah seperti RPJMD Kukar 2025–2029 dan rencana strategis tiap perangkat daerah.
“Dinas Koperasi dan UKM perlu segera menindaklanjuti pembentukan tim terpadu dengan menyesuaikan regulasi nasional hingga daerah,” ujarnya.
Pembentukan Kopdeskel Merah Putih, kata Ahyani, bertujuan mendukung kemandirian desa melalui swasembada pangan berkelanjutan sebagai implementasi Asta Cita kedua. Selain itu, koperasi juga berperan dalam mempercepat pemerataan ekonomi dari desa sebagai wujud Asta Cita keenam menuju Indonesia Emas 2045.
Pemkab Kukar berkomitmen memperkuat peran Kopdeskel sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa.
“Kami berharap pelatihan ini meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengurus koperasi agar lebih profesional, transparan, dan bertanggung jawab dalam menjalankan unit usaha,” tutup Ahyani.
HARDIN | WONG | ADV
Comments are closed.