BeritaKaltim.Co

Berau Gandeng Republik Seychelles Kembangkan Ekonomi Biru Berbasis Kearifan Lokal

BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjalin kerja sama dengan Republik Seychelles untuk pengembangan ekonomi biru (blue economy) di wilayah pesisir. Kolaborasi ini mencakup pelestarian mangrove, pengembangan pariwisata, serta penguatan sektor perikanan berbasis kearifan lokal.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan bahwa Kampung Buyung-Buyung di Kecamatan Tabalar dipilih menjadi proyek percontohan karena kondisi alamnya yang masih terjaga dan potensi sumber daya yang melimpah.

“Kampung Buyung-Buyung dengan segala potensi alam yang organik dan lestari menjadi lokasi ideal untuk proyek percontohan economy blue dan blue food,” ujar Sri Juniarsih.

Awal November lalu, Bupati bersama Duta Besar Republik Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, meninjau langsung kawasan Hutan Mangrove Buyung Lestari untuk memastikan kesiapan pengembangan program tersebut.

Masyarakat Buyung-Buyung selama ini telah mengembangkan ekonomi rumahan berbasis hasil laut, seperti produksi:

  • terasi,

  • ebi dari udang rebon,

  • ikan segar,

  • kepiting bakau,

  • serta aneka produk olahan perikanan lainnya.

Bupati menyatakan potensi ini dapat dikembangkan lebih besar untuk pasar nasional hingga internasional.

“Kekayaan alam dan produk makanan organik ini memiliki nilai lebih dan harus terus diangkat, untuk meningkatkan ekonomi biru yang pada akhirnya mendorong kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Kampung Buyung-Buyung juga tercatat sebagai salah satu penghasil udang organik dan kepiting bakau hingga 100 ton per hari, dengan pangsa pasar yang telah tersedia.

Sri Juniarsih berharap kemitraan antara Berau dan Seychelles mampu membawa kemajuan bagi masyarakat pesisir.

“Kami ingin potensi alam, laut, dan budaya dimanfaatkan untuk mencapai kemandirian ekonomi, seperti yang telah dicapai Seychelles,” ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar Seychelles, Nico Barito, memuji keindahan alam dan kekayaan hasil laut Buyung-Buyung. Baginya, karakter geografis Berau memiliki kesamaan dengan negaranya.

“Seychelles maju karena menjaga laut dan potensi perikanannya. Berau memiliki kondisi alam serupa, dan tentu bisa berkembang dengan cara yang sama,” kata Nico.

Ia juga mendorong pemerintah kampung untuk terus membina masyarakat dalam menjaga tradisi dan kearifan lokal.

“Kearifan lokal adalah daya tarik besar, baik untuk wisata, perikanan, maupun pertanian,” tambahnya.

ANTARA | WONG

Comments are closed.