BeritaKaltim.Co

Satgas Percepatan Gratispol Pendidikan Kebut Penyisiran Data, Biro Kesra Minta 20 Persen Mahasiswa Segera Isi Link Pendataan

BERITAKALTIM.CO — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meminta seluruh mahasiswa calon penerima Program Gratispol Pendidikan segera mengisi tautan pendataan yang disediakan. Hingga saat ini, tersisa sekitar 20 persen mahasiswa yang belum melengkapi data, kondisi yang dianggap rawan menimbulkan keterlambatan pencairan maupun kekeliruan sasaran.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kalimantan Timur, Dasmiah, mengatakan pihaknya sudah berulang kali menyampaikan imbauan melalui berbagai kanal, termasuk media massa, agar seluruh calon penerima segera melakukan pengisian data.

“Tinggal tersisa 20 persenan. Harapan kami para mahasiswa yang merasa belum mengisi link Gratispol segera melakukannya. Jangan sampai nanti orang lain semua dapat, sudah close, baru kalang kabut bilang tidak dapat dan menyalahkan kami. Padahal sosialisasinya sudah berkali-kali,” kata Dasmiah saat ditemui di Olah Bebaya Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Senin (17/11/2025).

Menurut dia, pengisian link Gratispol diperlukan agar pemprov kaltim dapat melakukan proses pemadanan data untuk memastikan status calon penerima, seperti domisili serta potensi tumpang tindih dengan beasiswa lain.

“Pemadanan data ini penting. Karena ternyata banyak sekali yang bukan orang Kaltim atau sudah menerima beasiswa lain. Kalau nanti ketahuan, harus mengembalikan. Sistem ini kami siapkan sebagai langkah preventif agar tidak terjadi kesalahan,” ujarnya.

Sisa 20 persen data yang belum masuk diperkirakan mewakili sekitar 20-an ribu mahasiswa, dengan nilai anggaran yang masih menunggu penyelesaian administrasi dari perguruan tinggi.

“Sekitar 20-an persen dari total penerima. Anggarannya tetap aman. Tinggal menunggu kelengkapan data dari kampus masing-masing,” kata Dasmiah.

Ia menegaskan Pemprov sudah menyalurkan dana untuk mahasiswa PTN, dan kini giliran PTS yang sedang diproses.

“Kemarin sudah transfer untuk yang negeri, sekarang untuk swasta. Ada lagi mahasiswa negeri tahap 4 dan 5 yang sudah cair. Prosesnya berjalan terus,” ujarnya.

Dasmiah membantah jika keterlambatan pencairan berasal dari Pemprov Kaltim. Menurutnya, sebagian hambatan justru datang dari perguruan tinggi, terutama soal rekening mahasiswa.

“Banyak rekening tidak aktif. Padahal kami sudah siap mentransfer, tapi ketika sampai di kampus justru rekening tidak berfungsi. Ini berpengaruh ke yang lain karena pencairan kami usahakan serentak,” ujarnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak Biro Kesra langsung berkoordinasi dengan Bankaltimtara.

“Saya sudah minta dibukakan langsung oleh Bankaltimtara. Alhamdulillah direspons cepat, mungkin besok sudah bisa diproses. Jadi bukan salah kami, ya. Kalau sekarang ada masalah, itu di perguruan tingginya, bukan di tangan kami,” tambahnya.

Pemprov Kaltim telah membentuk Satgas Percepatan Gratispol Pendidikan yang ditempatkan di masing-masing perguruan tinggi. Mereka bertugas mempercepat verifikasi dan memastikan informasi ke mahasiswa berjalan lancar.

“Tim kampus yang paling tahu kondisi mahasiswanya. Jadi mereka yang menyelesaikan masalah agar tidak ada penundaan. Satgas ini bekerja langsung di lapangan,” kata Dasmiah.

Sementara itu, jalur Gratispol Afirmasi yang ditujukan untuk kelompok khusus, seperti penyandang disabilitas, mahasiswa berprestasi internasional, dan mahasiswa dari daerah tertinggal, ditutup pada 18 November.

Dasmiah mengungkapkan antusiasme pendaftar cukup tinggi.

“Lumayan banyak. Karena afirmasi ini khusus, betul-betul untuk mereka yang memiliki kekhususan baik prestasi internasional, disabilitas, atau dari desa tertinggal. Ini seleksi yang ketat,” ujarnya.

Untuk pembukaan gelombang afirmasi berikutnya, ia mengatakan masih menunggu evaluasi.

“Apakah dibuka lagi atau tidak, belum tahu. Kita lihat perkembangan setelah proses seleksi selesai.”ujarnya.

Menanggapi pertanyaan terkait keberlanjutan Gaspol untuk guru dan kelompok profesi lain, Dasmiah mengatakan tidak ingin memberikan janji sebelum keputusan anggaran disahkan.

Namun untuk Gaspol Pendidikan, ia memastikan keberlanjutannya sudah dijawab oleh Gubernur.

“Untuk Gaspol Pendidikan, Pak Gubernur sudah memastikan anggarannya dijamin sampai 2026. Artinya mahasiswa tidak perlu cemas,” katanya.

Dasmiah menegaskan bahwa proses pencairan berjalan baik dan hampir rampung.

“Alhamdulillah sudah sampai 99 persen serapannya. Tinggal sedikit lagi yang harus dibereskan. Semoga tidak ada satu pun perguruan tinggi yang bermasalah dengan rekeningnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa proses administratif akan dituntaskan pada batas waktu yang sudah ditetapkan.

“Jam 12 malam tutup, lalu langsung masuk proses administrasi. Semua sudah kami kebut agar tidak ada hambatan,” pungkasnya.

YANI | WONG | ADV Diskominfo Kaltim

Comments are closed.