BERITAKALTIM.CO – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk memperkuat fondasi ekonomi kreatif memasuki tahap penting. Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata Kutim menegaskan bahwa pendataan pelaku kreatif masih menjadi pekerjaan rumah besar, menyusul rendahnya partisipasi pelaku dalam pengisian formulir identifikasi data.
Kabid Ekraf Dispar Kutim, Ahmad Rifani, menjelaskan bahwa pendataan ini krusial sebagai dasar pemetaan kebutuhan subsektor dan perumusan program pengembangan. Namun, hingga saat ini, sebagian pelaku kreatif masih belum aktif merespons proses pengumpulan data.
“Pendataan terus kita lakukan, hanya memang belum maksimal karena masih ada pelaku yang belum mengisi,” ujarnya.
Lom Plai Masuk Tahap Seleksi 110 Event Nasional
Di sisi lain, Kutai Timur tengah menanti hasil seleksi festival unggulan Lom Plai, yang kembali diajukan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk masuk dalam daftar 110 event terbaik nasional. Rifani mengungkapkan bahwa selain kelengkapan administrasi, komitmen pendanaan pemerintah daerah menjadi indikator penilaian penting.
“Kalau pemerintah daerahnya tidak peduli dan tidak bantu anggaran, mana mungkin masuk nasional. Itu salah satu indikator yang dilihat,” kata Rifani.
Pemkab Kutim melalui Dinas Pariwisata disebut konsisten mengalokasikan anggaran bagi penyelenggaraan Lom Plai selama empat hingga lima tahun terakhir. Komitmen ini membuat festival tersebut dua tahun berturut-turut (2023–2024) lolos sebagai salah satu dari 110 event terbaik Indonesia.
Untuk seleksi tahun 2025, Dispar Kutim telah melakukan sejumlah perbaikan, mulai dari penyempurnaan dokumen administrasi, revisi jadwal kegiatan, hingga penguatan materi publikasi berupa brosur dan video. Presentasi ke Kemenparekraf telah dilakukan, bersaing dengan lebih dari 300 event dari seluruh Indonesia.
Jika kembali lolos, Lom Plai akan mendapatkan dukungan promosi nasional, termasuk penayangan videotron dan paket publikasi dari kementerian. Fasilitas ini diyakini dapat meningkatkan jangkauan wisatawan dan memperkuat posisi Kutai Timur di peta pariwisata Indonesia.
Hasil kurasi dijadwalkan diumumkan pada Januari 2026. Rifani tetap optimistis, menyebut dukungan pendanaan pemerintah daerah sebagai modal kuat untuk mempertahankan status Lom Plai sebagai event nasional bergengsi.
IMAAMIR | WONG | ADV
Comments are closed.