BERITAKALTIM.CO-Presiden Prabowo Subianto memastikan kapal berukuran besar kini berhasil merapat di pesisir Sibolga, Sumatera Utara, untuk menyalurkan bantuan ke wilayah yang terdampak banjir bandang dan longsor. Akses darat menuju Sibolga dan Tapanuli Tengah sebelumnya terputus total akibat bencana pada Selasa (25/11) pekan lalu.
Selepas meninjau kondisi pengungsi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah mengerahkan seluruh moda transportasi laut dan udara untuk mempercepat distribusi bantuan, termasuk pesawat Hercules TNI AU yang setiap hari bolak-balik mengangkut logistik.
“Saya kira kapal besar sudah bisa merapat ya di Sibolga. Kemudian, Hercules terus kita kerahkan, mungkin setiap hari beberapa titik bisa didaratkan,” ujar Prabowo di posko pengungsi GOR Pandan, Tapanuli Tengah.
Sibolga dan Tapteng Masih Jadi Fokus Pemerintah
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa dua daerah di Sumatera Utara—Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah—menjadi perhatian serius pemerintah karena akses darat menuju kedua wilayah itu masih terputus.
Akibatnya, selama beberapa hari dua daerah tersebut hanya dapat dijangkau melalui jalur udara dan laut. Pemerintah kini menargetkan pembukaan akses darat secepat mungkin agar wilayah yang sempat terisolasi dapat kembali terhubung.
“Ada beberapa desa yang terisolasi, insyaallah kita bisa tembus,” tegas Prabowo.
Puluhan Helikopter dan Kapal Perang Dikerahkan
Untuk mempercepat penanganan, pemerintah mengerahkan kekuatan penuh dari TNI, Polri, dan Basarnas. Setidaknya 28 helikopter digunakan untuk mengangkut bantuan ke wilayah yang tidak dapat dijangkau pesawat besar.
Selain itu, TNI AU juga menurunkan pesawat angkut Hercules C-130 dan A400M, sementara TNI AL mengerahkan enam kapal perang (KRI) untuk mendukung evakuasi dan pengiriman logistik.
Kapal-kapal yang dikerahkan yaitu:
-
KRI dr. Soeharso-990 (kapal bantu rumah sakit)
-
KRI Semarang-594
-
KRI Teluk Banten-516
-
KRI Teluk Gilimanuk-531
-
KRI Teluk Celukan Bawang-532
-
KRI Brawijaya-320
KRI tersebut membawa tenda lapangan, peralatan kesehatan, bahan kebutuhan pokok, hingga perahu karet. Seluruh kapal diberangkatkan dari Jakarta dan Surabaya menuju Nias dan Belawan pada 29 November–1 Desember 2025.
Cuaca Mulai Membaik
Dalam keterangannya di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Prabowo menyebut kondisi cuaca di wilayah Sumatera mulai membaik sehingga diharapkan distribusi bantuan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
“Ya kita bersyukur cuaca membaik ramalannya, juga yang terburuk sudah lewat,” ucap Presiden.
Dengan semakin banyaknya jalur bantuan dibuka, pemerintah berharap kebutuhan dasar para pengungsi dapat segera terpenuhi dan wilayah terdampak dapat bangkit dari kondisi darurat.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.