BeritaKaltim.Co

DPPKUKM Kaltim Dorong Hilirisasi SDA, Investasi Industri Sawit Terus Meningkat

BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat agenda hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari visi pembangunan industri berkelanjutan. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, mengatakan hilirisasi menjadi langkah penting untuk mendorong nilai tambah di daerah.

“Visi-misi Pemprov Kaltim salah satunya adalah melakukan hilirisasi terhadap sumber daya alam yang kita miliki. Untuk itu, investasi sangat diperlukan agar industri pengolahan dapat berkembang secara optimal,” ujar Heni di Samarinda, Selasa (2/11/2025).

Menurut Heni, berdasarkan data DPMPTSP Kaltim, sejumlah investasi di sektor industri baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun asing (PMA) menunjukkan tren peningkatan. Di internal DPPKUKM, pemantauan terhadap pertumbuhan industri, terutama berbasis kelapa sawit, juga semakin menguat.

“Dari hasil pemantauan kami, sektor industri sawit terus bertambah. Kami sudah melakukan beberapa kali verifikasi teknis terhadap rencana investasi, khususnya untuk PMDN. Untuk PMA kewenangannya berada di pusat, sedangkan kami fokus pada verifikasi teknis untuk penanaman modal dalam negeri,” jelasnya.

Heni menyebut sejumlah perusahaan di Karyango serta beberapa kabupaten/kota telah memulai proses hilirisasi perkebunan sawit melalui pembangunan pabrik pengolahan turunan sawit. Perkembangan tersebut dinilai sesuai harapan Pemprov Kaltim.

“Kalau untuk sawit, proses hilirisasi sudah berjalan dan sesuai target. Namun sektor lain seperti perikanan, peternakan, dan pertanian dalam arti luas, masih belum optimal. Ini menjadi PR kita bersama,” katanya.

Lebih lanjut, Heni menegaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam percepatan hilirisasi adalah ketersediaan lahan yang clear and clean sebagai lokasi pembangunan industri baru.

Saat ini, sejumlah kabupaten/kota di Kaltim masih menyelesaikan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai tindak lanjut dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi.

“Salah satu syarat masuknya investor adalah kepastian lahan. Saat ini RDTR di kabupaten/kota masih dalam proses. Ini yang kerap menjadi hambatan dalam percepatan industrialisasi,” ujarnya.

Kendati demikian, Heni menyatakan Pemprov Kaltim tetap optimistis memperluas sektor industri di luar sawit. Pemerintah daerah akan terus mendorong masuknya investor untuk memanfaatkan potensi SDA yang belum tergarap maksimal.

“Kaltim memiliki potensi besar di banyak sektor. Kami berharap hilirisasi bisa berjalan merata sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

YANI | WONG | ADV Diskominfo Kaltim

Comments are closed.