BERITAKALTIM.CO – KB Syariah di bawah persero PT Bank KB Bukopin Syariah menegaskan strategi bisnisnya yang berbeda dari bank-bank besar lain. Alih-alih menyasar seluruh segmen usaha, bank ini memilih fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan, sesuai kebijakan internal dan arahan manajemen pusat.
“Kita memang dibatasi hanya pada segmen pendidikan dan kesehatan. Itu yang kita utamakan. Sekolah-sekolah, rumah sakit semuanya kita coba bangun ekosistemnya,” ujarMuhammad Faried selaku Pimpinan Cabang Samarinda, Selasa (2/12/2025).
Menurutnya, bank-bank besar memiliki ruang gerak yang lebih luas, termasuk masuk ke sektor pertambangan, perkapalan, atau perkebunan sawit.
Sementara KB Syariah belum dapat bermain di segmen tersebut karena faktor sumber daya dan arah bisnis yang telah ditetapkan pusat.
Sejalan dengan kebijakan internal, KB Syariah hanya masuk ke sektor yang disetujui kantor pusat. Namun, peluang untuk memperluas segmen tetap terbuka.
“Kalau nanti pusat mengarahkan untuk masuk UMKM, kita ikut. Pembiayaan di bawah Rp10 juta pun akan kita jajaki,” katanya.
Ia juga menyinggung kondisi kompetisi perbankan saat ini, termasuk strategi pemerintah yang menyalurkan dana dalam jumlah besar ke bank-bank Himbara.
“Kita ini harus beradu dengan bank yang modalnya besar, sementara kondisi kami berbeda. Tapi persaingan ya tetap harus dijalani,” ujarnya.
Meski produk KB Syariah serupa dengan bank lain mulai dari tabungan, deposito, tabungan haji, pembiayaan emas hingga payroll keunggulan bank ini terletak pada strategi membangun close loop ecosystem.
“Kita bangun satu ekosistem di sekolah. Pembiayaan pembangunan gedung dari kami, pembayaran SPP lewat kami, payroll guru lewat kami, bahkan kantin kita pasang QRIS. Semua transaksi keuangan berputar di dalam ekosistem itu,” jelasnya.
KB Syariah menyadari masih harus bekerja keras menghapus stigma masa lalu yang melekat pada Bukopin sebelum diambil alih oleh KB Financial Group Korea.
“Tantangan terbesar adalah meyakinkan masyarakat bahwa KB Syariah sekarang berbeda dengan yang dulu baik dari sisi permodalan maupun pemilik saham,” tegasnya.
Ia menegaskan kembali bahwa dana nasabah aman dan dijamin LPS, sama seperti bank lain.
Dalam menjaga kepatuhan syariah, bank menerapkan pengawasan rutin dari Dewan Pengawas Syariah (DPS).
“Ada uji petik dari DPS. Mereka cek akad, proses, bahkan turun ke nasabah memastikan praktik di lapangan sesuai aturan syariah,” ujarnya.
Bagi KB Syariah, tahun 2025 menjadi masa lanjutan untuk memperkuat dua segmen utama pendidikan dan kesehatan. Namun memasuki 2026, bank mulai bersiap masuk lebih dalam ke pembiayaan konsumen.
“Pada 2026 nanti kita masuk ke konsumer pembiayaan emas, multiguna, dan personal lain yang berbasis salary,” ungkapnya.
Fried yang baru menjabat tiga bulan ini menegaskan pentingnya memahami karakter masyarakat Samarinda dan persaingan antarbank di daerah tersebut.
“Kita harus pahami daerahnya, lihat sekolah atau instansi yang sudah dipegang bank lain, dan kita tawarkan kelebihan kita. Yang paling penting kedekatan dengan nasabah. Itu kekuatan kami,” pungkasnya.
SANDI | WONG
Trending
- Akses Terputus, Warga Gotong Jenazah Lewati Banjir Batang Pasaman di Pasaman Barat
- Tragedi Waduk Km 8 Balikpapan: Enam Anak Tewas Tenggelam
- “Senja yang Tak Pulang”: Kisah Tragis Enam Anak Korban Tenggelam di Waduk PDAM KM 8 Balikpapan
- Pagi yang Hening di Sungai Keledang: Tim SAR Temukan Jasad Rian di Arus Sunyi Mahakam
- Pencarian Arbainsyah yang Hilang di Arus Deras Loa Buah Sungai Mahakam
- Seluruh Korban Kapal Ferry Tenggelam di Ujoh Halang Berhasil Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup
- Remaja yang Tenggelam di Pantai Kemala Balikpapan Ditemukan Tewas Setelah Empat Hari Pencarian
- Tujuh Korban Kapal Ferry Tenggelam di Ujoh Halang Ditemukan Tewas, Satu Masih Hilang
- Malam Sunyi di Ujoh Halang: Kisah di Balik Pencarian Korban Kapal Ferry yang Tenggelam di Kutai Barat
- Puslabfor Polri Temukan Bahan Peledak di Rumah Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
Comments are closed.