BeritaKaltim.Co

Menteri PU: Pemerintah Fokus Memperbaiki Jalan dan Jembatan di Daerah Bencana Sumatera

BERITAKALTIM.CO –  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut saat ini fokus pemerintah adalah memperbaiki jalan dan jembatan untuk digunakan sebagai alur masuknya logistik ke daerah bencana di Sumatera mulai dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dody menjelaskan dua infrastruktur ini sangatlah penting untuk diselesaikan agar alur distribusi bantuan kemanusiaan tidak terganggu, mengingat saat ini masyarakat sudah mengalami kekurangan logistik.

“Sekarang hari ini fokusnya jalan jembatan dulu, karena dengan begitu alur logistik bisa mempercepat, masyarakat sudah beberapa hari nggak bisa masak nasi segala macam, kan beras sudah mulai menipis. Jadi kita fokusnya di sini dulu beberapa hari ini,” kata Dody, usai menghadiri Hari Bakti ke-80 PU. di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Rabu.

Dody mengatakan sejumlah akses ke wilayah bencana sampai saat ini masih lumpuh karena diterjang banjir bandang dan longsor. Namun pihaknya menargetkan bisa segera membuka akses pada berbagai wilayah terisolir pekan ini.

“Konektivitasnya belum, jadi kita kejar. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan bisa tembus,” katanya lagi.

Kementerian PU, kata Dody, tengah menggenjot upaya pembukaan akses di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh seperti Aceh Tamiang dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, guna membuka arus bantuan, karena saat ini masih lumpuh. Sementara untuk kawasan Sibolga sudah bisa diakses oleh angkutan darat.

“Aceh Tamiang kan masih buntu tuh, Sibolga sudah kebuka, lalu masuk ke Tapsel. Tapsel juga belum dibuka semua titik,” ujarnya.

Dody memastikan anggaran untuk perbaikan sarana prasarana yang terdampak bencana Sumatra belum bisa dipastikan berapa besarannya.

“Kalau sudah urusan bencana nggak pakai nilai, apa yang dibutuhkan kita ada,” katanya lagi.

Dampak bencana Sumatera menurutnya sangat besar, infrastruktur terdampak perbaikannya diperkirakan baru selesai dalam hitungan tahun.

“Dampaknya besar sekali, banyak banget, itu mungkin perlu bertahun-tahun,” ujarnya pula.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data Senin (1/12) pukul 17.00 WIB, total korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera mencapai 604 jiwa. Selain itu, 468 jiwa masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, di Jakarta, Selasa (2/12), adapun rinciannya, di Sumatera Utara sebanyak 283 meninggal, 173 hilang; di Aceh sebanyak 156 meninggal dunia dan 181 orang hilang; dan di Sumatera Barat tercatat 165 jiwa meninggal dunia dan 114 orang masih hilang.

Dia menyebutkan, tim gabungan BNPB, TNI, Polri, Basarnas, kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah terus bekerja mempercepat operasi pencarian, pertolongan, penyaluran logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak.

Abdul menjelaskan, di Sumatera Utara, pengungsi tersebar di beberapa titik, antara lain 15.765 jiwa di Tapanuli Utara, 2.111 jiwa di Tapanuli Tengah, 1.505 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 7.194 jiwa di Mandailing Natal.

ANTARA | WONG

Comments are closed.