BERITAKALTIM.CO-Di tengah pengurangan dana transfer ke daerah (TKD), Pemerintah Kota Balikpapan memastikan komitmennya terhadap program pemenuhan Rumah Layak Huni (RLH) tidak akan surut. Program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat ini, tetap menjadi prioritas utama dan terus diperjuangkan agar dapat berjalan optimal.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, Rafiuddin, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengganggu upaya pemerintah dalam membantu warga yang membutuhkan hunian layak.
“Pengurangan TKD tidak mempengaruhi program prioritas. Pemenuhan rumah layak huni tetap menjadi komitmen kami dan akan terus kami perjuangkan,” ujarnya, pada hari Rabu, 7 Januari 2026.
Menurut Rafiuddin, sasaran program RLH akan mencakup seluruh wilayah Kota Balikpapan, dengan pendekatan berbasis data. Pemerintah akan melakukan pendataan untuk memastikan bantuan tepat sasaran, diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kami akan mendata rumah-rumah yang memang layak dibantu. Prinsipnya, seluruh Balikpapan berpotensi menjadi sasaran program ini,” jelasnya.
Untuk tahap awal, Pemkot Balikpapan menyiapkan anggaran sekitar Rp 3 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan dan perbaikan lebih dari 100 unit rumah layak huni. Saat ini, Dinas Perumahan dan Permukiman tengah merampungkan proses administrasi dan verifikasi data penerima manfaat.
“Sekarang masih tahap persiapan data. Insya Allah bisa segera diproses. Harapan kami, pelaksanaannya bisa lebih cepat dan hasilnya lebih baik,” tambahnya.
Program Rumah Layak Huni dinilai menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya bagi warga berpenghasilan rendah. Selain meningkatkan kualitas tempat tinggal, program ini juga diharapkan mampu memperbaiki kualitas hidup dan kesehatan keluarga penerima manfaat.
Program RLH tetap dipertahankannya meski di tengah keterbatasan anggaran, Pemkot Balikpapan menegaskan bahwa pembangunan berbasis kesejahteraan masyarakat tetap menjadi arah utama kebijakan daerah.(*)
Comments are closed.