BeritaKaltim.Co

Banjir Bandang Aceh Tamiang, Dapur Umum Aktif Penuhi Kebutuhan Ribuan Pengungsi

BERITAKALTIM.CO-Sebanyak 13 titik dapur umum di Kabupaten Aceh Tamiang masih aktif beroperasi untuk melayani warga terdampak banjir bandang. Sejak awal bencana, layanan ini telah menjangkau sebanyak 159.684 jiwa pengungsi yang tersebar di berbagai kecamatan.

Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengatakan dapur umum menjadi salah satu layanan utama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.

“Saat ini terdapat 13 titik dapur umum di Aceh Tamiang yang masih aktif beroperasi. Seluruhnya melayani kebutuhan pangan pengungsi yang tersebar di berbagai kecamatan,” kata Murthalamuddin di Banda Aceh, Jumat.

Menurutnya, sistem layanan dapur umum dan pengungsian di Aceh Tamiang dibagi dalam dua pola utama, yakni terpusat di wilayah Karang Baru sebagai ibu kota kabupaten serta di kantor camat sebagai posko utama koordinasi tingkat kecamatan.

Di Karang Baru, terdapat sejumlah lokasi strategis. Tribun Kantor Bupati Aceh Tamiang menjadi salah satu titik terbesar dengan kapasitas hingga 2.800 jiwa dan dikelola secara kolaboratif oleh Bekangdam Iskandar Muda (IM) bersama Dinas Sosial.

Selain itu, terdapat beberapa dapur mandiri, antara lain di Kampung Bundar yang melayani 270 jiwa, Islamic Center melayani 200 jiwa, GOR Aceh Tamiang melayani 200 jiwa, serta Simpang 4 yang melayani 20 jiwa.

Sementara itu, di tingkat kecamatan, layanan pengungsi dan dapur umum dipusatkan di kantor camat masing-masing. Kantor Camat Rantau melayani 38.229 jiwa, Camat Manyak Payed sebanyak 35.497 jiwa, Camat Kejuruan Muda sebanyak 26.867 jiwa, Camat Kota Kualasimpang melayani 18.263 jiwa, dan Camat Bendahara sebanyak 16.669 jiwa.

Kemudian, Camat Bandar Pusaka melayani 9.462 jiwa, Camat Sekerak 8.116 jiwa, Camat Tamiang Hulu 2.090 jiwa, dan Camat Tenggulun 1.001 jiwa.

Murthalamuddin menambahkan bahwa pengelolaan dapur umum dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah daerah, TNI, dinas terkait, relawan, serta organisasi masyarakat sipil. Posko tanggap darurat juga terus memantau kondisi lapangan, termasuk ketersediaan logistik, air bersih, dan layanan kesehatan.

“Prinsipnya, kami memastikan warga terdampak banjir memperoleh makanan layak selama masa tanggap darurat,” tegasnya.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.