BeritaKaltim.Co

Kemen PU Percepat Pemulihan Jalur Lintas Tengah Aceh, Konektivitas Ditargetkan Pulih 9 Januari

BERITAKALTIM.CO-Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terus mempercepat penanganan dampak bencana di Jalur Nasional Lintas Tengah Aceh guna memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga keterhubungan jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah dalam kondisi darurat bencana karena infrastruktur transportasi berperan penting sebagai jalur distribusi logistik dan mobilitas warga.

“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” ujar Dody di Jakarta, Jumat.

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kemen PU terus melakukan upaya pemulihan pada sejumlah ruas strategis yang terdampak longsor dan kerusakan jembatan. Hingga 7 Januari 2026, sebagian besar ruas utama di lintas tengah Aceh telah kembali terhubung dan fungsional, baik secara permanen maupun melalui penanganan darurat seperti pemasangan Jembatan Bailey serta pengalihan ke jalur alternatif.

Sejumlah ruas yang telah kembali dapat dilalui antara lain Kota Bireuen–Batas Bireuen/Bener Meriah, Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram, Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya, serta Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren. Selain itu, Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane hingga Kota Kutacane–Batas Provinsi Sumatera Utara juga sudah kembali terkoneksi.

Sementara itu, beberapa ruas masih dalam tahap penanganan, salah satunya Ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara yang kembali mengalami longsor pada awal Januari 2026. Ruas tersebut ditargetkan kembali fungsional pada 9 Januari 2026. Selain itu, Jembatan Bailey di ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram saat ini tengah menjalani pengujian beban.

Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro mengatakan penanganan darurat dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Masih ada beberapa ruas di wilayah Aceh Tengah yang belum sepenuhnya tersambung dan sedang kami tangani. Hari ini sudah terbuka, tetapi masih membutuhkan peralihan agar layak untuk kendaraan roda empat. Targetnya pada 9 Januari 2026 sudah fungsional,” ujar Heri.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.