BERITAKALTIM.CO – Sektor hulu minyak dan gas bumi kembali mencatatkan capaian positif. PT Pertamina EP berhasil memperoleh hasil awal yang menggembirakan dari pengeboran sumur pengembangan NKL-1183 yang berlokasi di Kutai Lama, Kabupaten Kutai Kartanegara, sekitar 35 kilometer dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan bahwa sumur NKL-1183 mulai dilakukan tajak pada 14 Desember 2025 dan per 8 Januari 2025 telah memasuki tahap uji produksi. Hasil sementara menunjukkan produksi mencapai 502 barel minyak per hari (BOPD).
Uji produksi dilakukan menggunakan bean 7 mm dengan tekanan kepala sumur atau tubing head pressure (THP) sebesar 225 psi. Djoko menyebut capaian ini sebagai kabar baik bagi upaya menjaga ketahanan produksi minyak nasional.
“Alhamdulillah, ini menjadi kabar baik bagi upaya menjaga ketahanan produksi nasional,” ujar Djoko dalam laporannya kepada Menteri dan Wakil Menteri ESDM.
Sumur NKL-1183 menargetkan lapisan batupasir B08 pada kedalaman relatif dangkal, yakni 650–670 meter measured depth (mMD). Meski demikian, pengeboran dilakukan dengan metode directional drilling tipe S, hingga mencapai kedalaman akhir 1.545 mMD, menggunakan rig PDSI #22.2/OW700-M berkapasitas 700 HP.
Seluruh rangkaian kegiatan pengeboran hingga uji produksi berhasil diselesaikan dalam waktu 26 hari, dengan rig resmi dilepas atau release pada 9 Januari 2025. Capaian ini mencerminkan efisiensi operasional di lapangan.
Dari sisi biaya, realisasi pengeboran tercatat sebesar USD 3,18 juta, atau sekitar 76,59 persen dari AFE yang telah disetujui SKK Migas. Hal tersebut menunjukkan pengendalian biaya yang cukup solid di tengah tantangan industri migas.
Ke depan, Pertamina EP akan melanjutkan uji produksi untuk menentukan laju alir optimum, guna menjaga keberlanjutan serta kualitas reservoir. Sumur NKL-1183 diharapkan dapat menjadi salah satu kontributor penting produksi minyak nasional pada tahun 2026, terutama untuk menggantikan kehilangan produksi akibat perbaikan pipa di wilayah Sumatra.
WONG
Comments are closed.