BERITAKALTIM.CO-Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menyerukan agar ASEAN kembali pada tujuan awalnya sebagai kawasan yang damai, bebas dari unjuk kekuatan, serta berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu.
“ASEAN hanya akan kuat jika kesatuan dan sentralitas ASEAN terus dijaga dan diperjuangkan bersama,” kata Sugiono.
Menurut dia, Indonesia memandang ASEAN sebagai mekanisme kolektif yang efektif dalam mengelola perbedaan dan mencegah rivalitas antarnegara yang berpotensi berubah menjadi konfrontasi terbuka.
Oleh karena itu, Indonesia menilai penting untuk menegaskan kembali relevansi Pandangan ASEAN terhadap Indo-Pasifik atau ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) sebagai kerangka kerja pengelolaan kawasan yang inklusif, dengan ASEAN tetap memegang kendali atas arah dan tata kelola kawasan.
“Indonesia siap bersinergi erat dengan keketuaan Filipina untuk memastikan kesinambungan agenda dan keberlanjutan inisiatif kawasan, termasuk penyelesaian Code of Conduct di Laut China Selatan yang sejalan dengan UNCLOS,” tegas Sugiono.
Selain isu kawasan, Sugiono juga menyinggung situasi di Myanmar. Ia menegaskan Indonesia tetap konsisten mendorong penyelesaian krisis Myanmar secara berkelanjutan dan resmi melalui pendekatan dialog yang inklusif.
Menurutnya, Indonesia akan terus membuka ruang dialog dengan berbagai pemangku kepentingan di Myanmar, sekaligus berbagi pengalaman secara konstruktif demi mendorong rekonsiliasi nasional.
“Indonesia akan terus melakukan pendekatan tersebut melalui berbagai bentuk keterlibatan atau interaksi dengan para pemangku kepentingan,” ujarnya.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.