BERITAKALTIM.CO-Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus menggenjot pembangunan ruas jalan menuju kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, yang terputus akibat banjir bandang pada 26 November 2025. Jalan tersebut menjadi satu-satunya akses darat bagi ratusan warga yang hingga kini masih terisolasi.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengatakan pemerintah daerah menargetkan penyelesaian pembangunan jalan sebelum bulan Ramadhan tahun ini agar mobilitas dan distribusi logistik bagi warga dapat kembali normal.
“Targetnya sebelum Ramadhan tahun ini selesai jalan Sikundo,” kata Tarmizi di Meulaboh, Kamis.
Ia menjelaskan proses pembangunan menghadapi tantangan berat karena kondisi alam yang ekstrem. Tingginya debit air sungai di sisi kiri badan jalan kerap menghambat pekerjaan alat berat di lapangan.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap mempertahankan lokasi pembangunan di jalur semula yang berada di tepi sungai, meskipun kawasan tersebut sempat rusak parah akibat banjir bandang.
Jalan tersebut sangat vital karena menjadi penghubung utama bagi sekitar 57 kepala keluarga atau 195 jiwa yang bermukim di kawasan terpencil Sikundo. Terputusnya akses jalan membuat warga kesulitan memperoleh bantuan pangan, obat-obatan, dan layanan dasar lainnya.
Untuk mengatasi keterisolasian tersebut, pemerintah menggunakan dua jalur distribusi, yakni lewat sungai menggunakan perahu dan lewat udara menggunakan helikopter sejak bencana melanda akhir November 2025.
Terbaru, pada Selasa (13/1), pemerintah kembali menyalurkan bantuan logistik kepada warga Sikundo menggunakan helikopter. Ini merupakan pengiriman ketiga bantuan udara ke wilayah tersebut.
“Ini ketiga kalinya pemerintah pusat mengirim bantuan ke masyarakat Sikundo melalui udara,” ujar Tarmizi.
Bantuan yang disalurkan antara lain 20 paket sembako dari BNPB, paket bahan makanan dan minuman, serta satu koli handuk, dengan total berat mencapai 338 kilogram.
Menurut Tarmizi, distribusi melalui udara masih menjadi pilihan utama karena ruas jalan sepanjang sekitar lima kilometer masih rusak dan dalam tahap perbaikan pascabanjir bandang.
“Bantuan ini disalurkan melalui udara karena akses jalan ke kawasan Sikundo masih terputus dan masih dilakukan perbaikan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan akan terus memprioritaskan pemulihan akses jalan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga hingga kondisi kembali normal.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.