BERITAKALTIM.CO- Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan komitmennya terhadap sektor pendidikan, dengan memastikan program prioritas tetap berjalan pada tahun anggaran 2026. Program seragam sekolah gratis dan subsidi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi sekolah swasta dipastikan tidak mengalami pengurangan, bahkan didukung dengan peningkatan anggaran dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Balikpapan yang menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan dasar masyarakat.
“Program prioritas Pak Wali tetap sama. Seragam gratis tetap berjalan, subsidi SPP juga tidak ada yang dikurangi di tahun 2026. Bahkan anggaran yang kita siapkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Irfan, pada hari Jumat, 16 Januari 2026.
Selain mempertahankan program bantuan bagi peserta didik, Pemkot Balikpapan juga melakukan penguatan di sisi tenaga pendidik. Pada tahun ini, pemerintah daerah menambah ratusan tenaga guru baru yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan.
“Sudah ada penambahan tenaga guru dengan gaji sekitar Rp3,5 juta per bulan, yang seluruhnya menggunakan APBD Kota Balikpapan,” jelasnya.
Irfan mengakui, penambahan tenaga pendidik tersebut berdampak pada meningkatnya anggaran pendidikan. Namun, hal itu dinilai sebagai konsekuensi logis demi menjaga mutu layanan pendidikan di sekolah-sekolah.
“Ini memang membuat anggaran kita membengkak, tetapi pendidikan adalah kebutuhan dasar. Sekolah itu idealnya harus memiliki tenaga guru minimal 80 sampai 85 persen dari kebutuhan,” katanya.
Menurut Irfan, kebutuhan ideal guru di Kota Balikpapan sebenarnya mencapai lebih dari 1.000 orang. Namun, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat pemerintah baru mampu merekrut sekitar 600 guru tambahan.
“Kalau mau kita penuhi 100 persen, kemampuan anggaran kita belum memungkinkan. Tapi dengan kondisi saat ini, kita berupaya agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemkot Balikpapan akan terus melakukan penyesuaian dan perencanaan jangka menengah agar kebutuhan tenaga pendidik dapat dipenuhi secara bertahap, tanpa mengorbankan program bantuan pendidikan bagi siswa. “Keseimbangan antara kualitas layanan pendidikan dan kemampuan keuangan daerah harus terus kita jaga,” pungkas Irfan.
NIKEN | WONG
Comments are closed.