BERITAKALTIM.CO-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, berhasil menanggulangi kebakaran lahan seluas sekitar enam hektare di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur Multazam mengatakan kebakaran dipastikan dipicu oleh aktivitas masyarakat. Kondisi angin laut yang bertiup cukup kencang saat kejadian menyebabkan api cepat meluas dan menimbulkan asap tebal.
“Penyebab kebakaran karena ada aktivitas masyarakat dapat dipastikan penyebabnya. Namun pada saat kejadian angin meniup cukup kencang sehingga api semakin menyebar dan menghasilkan asap tebal,” kata Multazam di Sampit, Jumat.
Kebakaran lahan tersebut terjadi pada Rabu (14/1) siang. BPBD Kotim menerima laporan sekitar pukul 12.25 WIB, lalu segera mengerahkan tim pemadam ke lokasi yang berjarak sekitar 85 kilometer dari Sampit, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur.
Lokasi kebakaran berada di jalan menuju Desa Ujung Pandaran RT 4, sekitar dua kilometer dari jalan provinsi ruas Ujung Pandaran–Sampit. Kencangnya tiupan angin laut membuat api dengan cepat meluas ke area sekitar.
Setelah melalui upaya pemadaman yang cukup berat, BPBD menyatakan operasi pemadaman di lokasi utama selesai pada pukul 17.00 WIB. Namun, masih terdapat kebakaran di titik lain yang belum dapat ditangani karena tidak tersedianya akses darat serta keterbatasan sumber air di wilayah Sungai Tinggiran.
BPBD Kotim berharap pemerintah desa dapat menyiapkan peralatan pemadam kebakaran guna mempercepat penanganan awal apabila terjadi kebakaran serupa. Masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pembakaran, terutama karena wilayah Kotim telah memasuki musim kemarau.
“Petani perkebunan disarankan tidak menggunakan cara membakar dalam pembukaan lahan,” ujar Multazam.
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan mencatat dalam periode pemantauan 24 jam hingga 14 Januari 2026, terdapat 15 hotspot yang teridentifikasi di wilayah Kotawaringin Timur.
Kecamatan Mentaya Hulu menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni lima hotspot, disusul Kecamatan Telawang dengan empat hotspot. Selain itu, masing-masing dua hotspot terpantau di Kecamatan Tualan Hulu dan Cempaga.
Adapun Kecamatan Antang Kalang, Bukit Santui, dan Telaga Antang masing-masing tercatat satu hotspot. Mayoritas titik panas tersebut berada pada tingkat kepercayaan menengah dan diklasifikasikan sebagai pixel hotspot.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.