BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bergerak serius menuju kemandirian pangan di bawah komando Gubernur Rudy Mas’ud (Harum) dan Wakil Gubernur Seno Aji. Upaya ini mulai menunjukkan hasil, seiring meningkatnya produksi dan indeks ketahanan pangan daerah.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengatakan Kaltim menempati peringkat dua besar Indeks Ketahanan Pangan Nasional 2025 dengan skor 80,82 atau masuk kategori sangat tahan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa capaian itu mencerminkan terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat, baik dalam kondisi normal maupun saat terjadi bencana.
“Kaltim menempati peringkat dua besar Indeks Ketahanan Pangan Nasional 2025 dengan skor 80,82 atau kategori sangat tahan. Artinya, kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi, baik dalam kondisi normal maupun saat bencana,” ujar Seno, diwawancarai pada acara jalan santai di Samarinda, Sabtu (17/01/2026).
Seno juga mengakui tantangan ke depan masih cukup besar. Keterbatasan lahan subur, produktivitas pertanian yang belum optimal, serta ketergantungan pasokan beras dari luar daerah masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah provinsi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Kaltim melakukan berbagai terobosan, salah satunya melalui rekayasa lahan. Penambahan kapur dan dolomit pada lahan pertanian, serta penerapan metode Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi secara signifikan.
“Produktivitas padi yang sebelumnya hanya 3–4 ton per hektare, kini meningkat menjadi 6–7 ton per hektare dalam sekali panen,” kata Seno.
Dampak dari peningkatan produktivitas tersebut terlihat pada kemampuan Kaltim dalam memenuhi kebutuhan beras daerah. Jika sebelumnya hanya mampu mencukupi sekitar 30 persen kebutuhan, kini Kaltim telah mencapai 60 persen.
Selain peningkatan produktivitas, Pemprov Kaltim juga menargetkan perluasan lahan pertanian. Luas lahan yang saat ini sekitar 33 ribu hektare ditargetkan meningkat menjadi 50 ribu hektare melalui program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan eksisting.
Berdasarkan data Angka Sementara Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik hingga 30 Desember 2025, produksi beras Kalimantan Timur pada 2025 mencapai 158.442 ton. Angka tersebut meningkat sekitar 9,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah daerah optimistis, dengan penguatan kebijakan dan dukungan teknologi pertanian berkelanjutan, Kalimantan Timur dapat semakin mendekati target kemandirian pangan dalam beberapa tahun ke depan.
SANDI | WONG
Comments are closed.