BeritaKaltim.Co

‎Pemprov Kaltim Fokus Benahi Jalan, Target 100 Persen Mantap pada 2029

BERITAKALTIM.CO –  Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim di bawah kepemimpinannya bersama Gubernur Rudy Mas’ud memprioritaskan pembenahan infrastruktur jalan.

‎Fokus tersebut diambil lantaran masih banyak ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan dan belum tertangani secara optimal.

‎“Dalam masa kepemimpinan kami, perhatian besar diberikan pada infrastruktur jalan, karena masih cukup banyak jalan provinsi yang kondisinya rusak dan perlu segera dibenahi,” kata Seno Aji pada saat diwawancarai, Sabtu (17/01/2026)

‎Seno menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 100.3.3.1/K.597/2023, total panjang jalan provinsi mencapai 938,85 kilometer. Namun hingga tahun 2024, kondisi jalan yang masuk kategori mantap baru sepanjang 771,84 kilometer atau sekitar 82,21 persen. Sementara jalan dengan kondisi tidak mantap masih mencapai 167,01 kilometer atau 17,79 persen.

‎Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemprov Kaltim menetapkan target ambisius agar seluruh ruas jalan provinsi berada dalam kondisi mantap pada tahun 2029. Target itu dituangkan secara bertahap dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2025–2029.

‎Dalam dokumen RPJMD tersebut, indikator sasaran pembangunan jalan telah dirinci. Pada 2025, jalan mantap ditargetkan mencapai 804,59 kilometer atau 85,70 persen. Target itu meningkat pada 2026 menjadi 843,46 kilometer atau 89,84 persen.

‎Selanjutnya, pada 2027 panjang jalan mantap ditargetkan mencapai 878,95 kilometer atau 93,62 persen. Pada 2028, angka tersebut kembali naik menjadi 916,04 kilometer atau setara 97,57 persen.

‎”Hingga akhirnya pada 2029, seluruh jalan provinsi sepanjang 938,85 kilometer ditargetkan tuntas 100 persen dalam kondisi mantap,” ucapnya

‎Seno menegaskan, peningkatan kualitas jalan provinsi bukan hanya untuk memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta menunjang pembangunan Kalimantan Timur sebagai wilayah strategis nasional.

SANDI | WONG

Comments are closed.