BeritaKaltim.Co

TKA Dicanangkan Kementerian, Balikpapan Klaim Lebih Siap Berkat Pengalaman USBK

BERITAKALTIM.CO- Kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan tidak menjadi hal baru bagi Kota Balikpapan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan memastikan kesiapan penuh dalam pelaksanaan TKA, berkat pengalaman daerah yang telah lebih dulu menerapkan sistem serupa melalui Ujian Sekolah Berstandar Kota (USBK).

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menyebut Balikpapan telah menjalankan konsep pengukuran kemampuan akademik siswa jauh sebelum kebijakan TKA diberlakukan secara nasional.

“Kalau di Balikpapan, ujian dengan konsep seperti TKA sudah lama kita laksanakan. Kita menyebutnya USBK,” ujar Irfan, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, meski terdapat perbedaan dalam jumlah mata pelajaran yang diujikan, USBK mencakup delapan mata pelajaran, sementara TKA hanya dua mata pelajaran. Namun, tujuan utama dari kedua sistem tersebut tetap sama, yakni mengukur capaian akademik dan standar kompetensi peserta didik secara objektif.

Irfan menegaskan, baik USBK maupun TKA tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan siswa. Sebaliknya, hasil tes digunakan sebagai instrumen pemetaan kemampuan akademik untuk melihat potensi dan prestasi siswa secara lebih komprehensif.

“Hasil ujian ini bukan untuk menentukan lulus atau tidak, tetapi untuk memetakan capaian siswa dan menjadi dasar penyusunan prestasi akademik mereka,” jelasnya.

Data pemetaan tersebut selama ini telah dimanfaatkan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), khususnya melalui jalur prestasi dari jenjang sekolah dasar ke sekolah menengah pertama.

“Dari hasil USBK, siswa dengan peringkat tertentu bisa masuk melalui jalur prestasi, tentunya sesuai kuota yang telah ditentukan,” katanya.

Dengan pengalaman panjang tersebut, Disdikbud Balikpapan menilai implementasi TKA tidak akan menemui kendala berarti, baik dari sisi sistem, kesiapan sekolah, maupun pemahaman tenaga pendidik. “Jadi ketika TKA diberlakukan, Balikpapan pada dasarnya sudah siap. Konsepnya sudah kami jalankan sejak lama,” pungkas Irfan.

Kesiapan ini menempatkan Balikpapan sebagai salah satu daerah yang dinilai adaptif terhadap kebijakan pendidikan nasional, sekaligus memperkuat upaya peningkatan mutu pendidikan berbasis pemetaan capaian akademik siswa.

NIKEN | WONG

Comments are closed.