BERITAKALTIM.CO-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat (Kanwil DJBC Kalbar) bersama Bea Cukai Pontianak menindak empat kontainer berisi rotan ilegal yang akan diekspor ke Tiongkok melalui Pelabuhan Dwikora, Kota Pontianak.
Kepala Kanwil DJBC Kalbar Muhamad Lukman mengatakan penindakan dilakukan berdasarkan hasil patroli darat sejak 19 Desember yang menemukan kontainer siap muat dan diduga bermasalah.
“Berdasarkan patroli darat yang dilakukan sejak 19 Desember, tim menemukan kontainer yang akan dimuat dan langsung melakukan pengamanan serta penyegelan,” kata Lukman di Pontianak, Rabu.
Ia menjelaskan, penindakan berawal dari analisis intelijen terhadap Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang diduga tidak mencantumkan jumlah dan jenis barang sebenarnya. Dalam dokumen ekspor, kontainer tersebut diberitahukan sebagai coconut product, namun hasil pemeriksaan fisik menunjukkan sebaliknya.
Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap empat kontainer bersama pihak Pelindo sebagai saksi. Dari hasil pencacahan, petugas menemukan 58,3 ton rotan dalam berbagai bentuk dan ukuran dengan perkiraan nilai mencapai Rp2,915 miliar.
Eksportir yang terlibat, PT ESP, tidak hadir saat pemeriksaan awal sehingga kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan. Pelaku diduga melanggar Pasal 103 huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.
Lukman menegaskan, penindakan ini juga menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP, di mana proses penyidikan tetap dilakukan dengan koordinasi bersama Polri sebagai penyidik utama.
“Ini merupakan wujud komitmen Bea dan Cukai dalam memastikan kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan kepabeanan. Setiap pelanggaran yang berpotensi merugikan negara dan mengganggu tata niaga ekspor akan ditindak tegas,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kanwil DJBC Kalbar akan terus memperkuat pengawasan ekspor serta meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum guna menjaga kelancaran perdagangan dan melindungi kepentingan negara.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.