BeritaKaltim.Co

Viral Video MBG di Bogor, BGN Tegaskan Lokasi dan Menu Tidak Sesuai Fakta

BERITAKALTIM.CO-Badan Gizi Nasional (BGN) mengklarifikasi video yang beredar di media sosial terkait dugaan Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sesuai standar di SD Neglasari, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Video tersebut menampilkan menu MBG dengan narasi porsi tidak sesuai standar sehingga memicu perhatian publik, khususnya di kalangan orang tua siswa. Namun, berdasarkan hasil klarifikasi dan investigasi BGN, terungkap bahwa lokasi dalam video tidak sesuai fakta.

Ketua Tim Investigasi BGN Karimah Muhammad menjelaskan bahwa kejadian dalam video tersebut bukan berlangsung di SD Neglasari, melainkan di SDN Pengasinan 2, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

“Hasil investigasi kami memastikan bahwa lokasi yang disebutkan dalam video tidak sesuai fakta. Penyaluran menu MBG yang dimaksud berlangsung di SDN Pengasinan 2, bukan di SD Neglasari,” ujar Karimah dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Selain kesalahan penyebutan lokasi, BGN juga memastikan tampilan menu dalam video tidak merepresentasikan kondisi saat MBG dibagikan kepada siswa. Makanan yang direkam diketahui telah dibawa pulang oleh penerima manfaat.

Terkait narasi yang menyebutkan menu MBG tidak lengkap, Karimah menegaskan bahwa lauk utama berupa ayam telah dikonsumsi terlebih dahulu oleh siswa sebelum video direkam.

“Ayam dalam menu MBG tersebut telah dikonsumsi oleh anak penerima manfaat sebelum video direkam. Hal ini bahkan terdengar jelas dalam rekaman suara pada video. Oleh karena itu, narasi yang hanya menyebutkan buah dan lalapan tidak menggambarkan menu MBG secara utuh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Sindur, Rama Ramadhan, memastikan bahwa menu MBG saat pembagian telah disajikan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) BGN.

“Menu MBG disajikan menggunakan ompreng resmi sesuai SOP BGN, dengan komposisi dan porsi yang layak. Video yang beredar tidak menggambarkan kondisi menu MBG yang sebenarnya,” kata Rama.

Ia menambahkan, kondisi lalapan dalam video yang tampak tidak layak terjadi karena makanan tersebut sudah dibawa pulang dan melewati batas waktu konsumsi yang direkomendasikan.

“Menu tersebut sudah dibawa pulang oleh penerima manfaat, sehingga wadahnya bukan lagi ompreng MBG. Lalapan terlihat rusak karena sudah melewati batas best before,” ujarnya.

BGN menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Program MBG serta mengimbau masyarakat untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya di media sosial.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.