BERITAKALTIM.CO – Ganda campuran Malaysia Chen Tan Jie/Toh Ee Wei menjadikan gelar juara Indonesia Masters 2026 sebagai pijakan awal untuk menghadapi persaingan level dunia yang kian ketat sepanjang musim 2026.
Chen/Toh menjuarai nomor ini setelah menundukkan pasangan Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Boje dengan 15-21, 21-17, 21-11 pada final di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu.
“Kami masih harus banyak belajar dari pemain-pemain terbaik. Yang terpenting adalah percaya pada diri sendiri, partner, pelatih, dan tim. Jangan mudah menyerah dan berani mencoba, itu yang paling penting,” ujar Toh.
Chen/Toh mengalami kesulitan pada gim pertama sehingga harus mengakui keunggulan Christiansen/Boje.
Tapi mereka tampil lebih solid dan konsisten pada dua gim berikutnya.
Toh mengungkapkan kunci kebangkitan mereka terletak pada kemampuan menjaga fokus dan saling memotivasi, terutama saat memasuki gim penentuan.
“Pada gim pertama kami tidak bisa memainkan permainan dengan baik. Namun kami mencoba bangkit, terus saling menyemangati, dan fokus pada setiap poin, khususnya di gim ketiga,” kata Toh.
Sementara itu, Chen Tan Jie mengungkapkan pentingnya komunikasi dalam menjaga stabilitas permainan, terutama saat menghadapi tekanan pada laga penentuan.
“Bagi kami, komunikasi sangat penting. Baik ketika permainan berjalan sesuai rencana maupun saat menghadapi situasi sulit, kami selalu berusaha saling percaya,” ujar Chen.
Sukses mereka dalam Indonesia Masters 2026 juga menjadi catatan sejarah karena untuk pertama kali sejak Indonesia Masters bergulir pada 2010, Malaysia menjuarai ganda campuran.
Chen/Toh mengapresiasi dukungan publik Istora yang disebut memberi energi tambahan sepanjang pertandingan final.
“Atmosfer di Istora luar biasa. Terima kasih kepada para pendukung yang memberi kami semangat,” ujar Toh.
ANTARA | WONG
Comments are closed.