BeritaKaltim.Co

Kerja jadi tukang pijat, Ikhsan bersinar di APG 2025

BERITAKALTIM.CO – Bekerja sebagai tukang pijat, atlet goalball Indonesia Nur Ikhsan berprestasi tinggi di panggung ASEAN Para Games (APG) Thailand 2025 setelah tampil bersinar bersama tim merebut medali perak.

“Alhamdulillah saya bisa membantu tim meraih medali perak, ini medali pertama saya tampil di APG Games dan ke depan saya masih butuh banyak pengalaman lagi,” kata Ikhsan kepada ANTARA, setelah timnya menyerah 5-15 kepada  Thailand dalam final di Indoor Stadium, Vongchavalitkul University, Nakhon Ratchasima, Minggu sore.

Perjalanan Nur Ikhsan menuju podium APG 2025 tidak selalu mulus. Pemuda berusia 24 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat di kampung halamannya di Temanggung, Jawa Tengah.

Di tengah keterbatasan ekonomi tapi harus tetap mencari nafkah untuk hidup, tidak membuat dia patah semangat untuk mencetak prestasi  membanggakan.

“Dulu saat di pemusatan latihan daerah (pelatda), saya latihan pada hari Minggu, sedangkan hari lainnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar dia.

Usaha itu berbuah manis. Perak menjadi medali internasional pertama dalam kariernya, sekaligus bukti bahwa kerja keras dan konsistensi berakhir pada prestasi.

Sebelum menerjuni  goalball, Ikhsan menekuni para atletik, tapi karena berbagai hal yang dirasa kurang cocok, dia memutuskan beralih ke goalball pada 2023.

Keputusan itu menjadi titik balik dalam  kariernya.

Ajang pertamanya adalah Pekan Paralimpiade Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah, yang  mengantarkannya ke pemusatan latihan daerah.

Konsisten membuat Ikhsan dipercaya tampil dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 di Solo untuk menyumbangkan medali emas bersama timnya.

Prestasi tersebut membuka pintu menuju pemusatan latihan nasional di Kota Solo pada 2025 dan akhirnya tampil di Thailand.

Menurut dia, dalam dua bulan lebih menjelang APG edisi ke-13 itu, intensitas latihannya meningkat tajam.

Dia berharap para disabilitas lain memiliki tekad kuat berprestasi seperti dirinya.

Menurut dia, jika ada kesempatan mengabdi kepada bangsa dan negara, maka sudah sebagai warga negara harus menjalaninya dengan sepenuh hati.

ANTARA | WONG

Comments are closed.