BeritaKaltim.Co

Tim SAR gabungan lanjutkan pencarian 80 korban longsor di Cisarua

BERITAKALTIM.CO –  Tim Search and Rescue (SAR) gabungan melanjutkan proses pencarian hari kedua terhadap 80 korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian di Bandung, Minggu, mengatakan penghentian sementara dilakukan untuk evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, Polri, hingga relawan.

“Hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan operasi SAR. Di lapangan ada SAR Mission Koordinator yang mengkoordinir berbagai unsur yang hadir. Informasi yang juga kita terima, masih ada kira-kira 80 warga yang dinyatakan hilang,” katanya.

Berdasarkan data sebelumnya, pihaknya mencatat sebanyak dua belas kantong jenazah korban bencana longsor telah diserahkan kepada pos Disaster Victim Identification (DVI) untuk diidentifikasi.

Sementara itu, lebih dari 30 rumah terdampak dari total 34 kepala keluarga, sementara jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang akibat bencana tersebut.

“Sementara yang kita dapat, jumlah korban yang terdampak ada 113 orang dari 34 kepala keluarga. Itu informasi awal. Kemudian dari kejadian tersebut telah bisa kita selamatkan 23 personel,” ujarnya.

Terkait metode pencarian, dia menjelaskan penggunaan alat berat masih menyesuaikan kondisi lapangan yang didominasi material longsoran berupa tanah bercampur air membuat medan menjadi sangat lunak.

“Alat berat sudah disiapkan. Jika memungkinkan dan aman, akan langsung kita turunkan. Namun bila belum bisa, pencarian akan dilakukan secara manual,” jelasnya.

Hambatan utama selama proses pencarian adalah cuaca yang tidak menentu, dengan intensitas hujan sedang hingga lebat, serta kondisi material longsoran yang belum stabil sehingga membahayakan tim penyelamat.

“Yang pertama, kita sangat ketergantungan dengan cuaca, mudah-mudahan hari ini lebih baik. Kedua adalah kondisi longsoran yang masih berupa lumpur sehingga menyulitkan pekerjaan,” jelasnya.

Dari hasil asesmen, ketebalan timbunan longsor diperkirakan mencapai sekitar lima meter dan menutup area selebar kurang lebih 100 meter, dengan jarak dari mahkota longsoran hingga titik akhir mencapai sekitar tiga kilometer.

Dia juga mengatakan bahwa untuk mendukung kelancaran pencarian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan modifikasi cuaca di wilayah terdampak.

“Pak Gubernur menyampaikan mulai hari ini akan dilakukan modifikasi cuaca. Mudah-mudahan ini efektif sehingga proses pencarian bisa berjalan lebih lancar,” tutupnya.

ANTARA | WONG

 

 

Comments are closed.