BeritaKaltim.Co

Gempa Pacitan M5,7, KRL Palur–Yogyakarta Berhenti Sementara

BERITAKALTIM.CO-Kereta Api (KA) 721 yang merupakan rangkaian KRL Commuter Line rute Palur–Yogyakarta sempat terhenti di Stasiun Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), imbas gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,7 yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, Selasa pagi.

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan penghentian sementara perjalanan kereta api dilakukan sebagai prosedur keselamatan pascagempa. Seluruh perjalanan kereta api kembali beroperasi normal pada pukul 08.48 WIB.

“Pemeriksaan prasarana pascagempa merupakan prosedur yang wajib dilakukan KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga,” ujar Feni saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, tim lapangan KAI Daop 6 Yogyakarta segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian, meliputi jalur rel, jembatan, serta fasilitas pendukung lainnya.

Setelah hasil pemeriksaan menyatakan seluruh lintasan aman, perjalanan kereta api kembali diizinkan beroperasi.

Selama proses pemeriksaan tersebut, Feni menyebut sebanyak 16 perjalanan kereta api sempat berhenti sementara, termasuk KRL Yogyakarta–Palur KA 712 dan KA 721.

Sementara itu, salah seorang penumpang KRL KA 721, Intan Martha B, mengaku kereta yang ditumpanginya sempat berhenti saat tiba di Stasiun Maguwoharjo.

Penghentian perjalanan disampaikan kepada penumpang melalui pengumuman menggunakan pengeras suara di dalam kereta.

“Gempanya tidak terasa, tapi saya tahu dari pengumuman di kereta bahwa perjalanan dihentikan sementara karena ada gempa dan jalur harus dicek,” ujar karyawan BUMN asal Solo tersebut.

Menurut dia, kereta berhenti sekitar 25 menit sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik M5,7 terjadi pada pukul 08.20 WIB dengan episenter di darat sekitar 24 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 122 kilometer.

Gempa tersebut dirasakan di wilayah DIY dengan intensitas II MMI dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.

ANTARA/Wong/Ar

Comments are closed.