BeritaKaltim.Co

DPRD Tangerang Tekankan Layanan Kesehatan dan Normalisasi Saluran Air

BERITAKALTIM.CO-Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto, menekankan pentingnya penanganan pascabanjir oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, khususnya melalui pengobatan gratis bagi warga terdampak serta pemeriksaan saluran air oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Pengobatan gratis di permukiman harus dioptimalkan oleh Dinas Kesehatan agar warga peduli terhadap kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit lainnya,” kata Turidi di Tangerang, Banten, Sabtu.

Selain layanan kesehatan, Turidi menilai pemeriksaan saluran air harus segera dilakukan, terutama di kawasan permukiman yang sudah surut dari genangan banjir. Ia juga menegaskan pentingnya pengangkutan sampah secara menyeluruh yang disertai edukasi kepada masyarakat oleh lurah dan camat setempat.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar penanganan banjir tidak hanya bersifat darurat saat kejadian, tetapi juga berkelanjutan hingga tahap pascabanjir, sehingga masyarakat dapat melakukan antisipasi ke depan.

“Kondisi cuaca saat ini masih berpotensi hujan lebat. Karena itu, penanganan harus dilakukan bersama agar permukiman benar-benar bebas dari banjir,” ujarnya.

Turidi menambahkan, upaya penanganan banjir harus terus dipertahankan dan ditingkatkan, termasuk perbaikan tanggul serta saluran air yang selama ini menjadi penyebab terjadinya genangan.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang, Junadi, mengapresiasi perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Banten dan Pemkot Tangerang dalam menangani bencana banjir, khususnya di Kecamatan Periuk.

Ia mengimbau masyarakat, terutama warga Periuk, agar tetap tenang dan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Saya mengimbau warga Periuk untuk tetap tenang. Mudah-mudahan hujan segera reda dan air cepat surut. Fokus utama kita saat ini adalah keselamatan warga, terutama di titik-titik genangan tinggi seperti wilayah Alamanda,” kata Junadi.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan bahwa tanggul yang jebol telah dilakukan penanganan awal melalui pemasangan kisdam atau tanggul sementara. Selain itu, personel gabungan dari BPBD, Damkar, Satpol PP, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, serta unsur TNI dan Polri terus bersiaga di posko-posko bencana.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, mengatakan tenaga medis telah melakukan pemeriksaan kesehatan warga terdampak banjir dengan mendatangi rumah-rumah secara langsung untuk mencegah penyebaran penyakit.

“Tenaga medis dari Dinas Kesehatan dibantu puskesmas terus memastikan kondisi kesehatan warga terdampak banjir tetap terpantau,” ujarnya.

Layanan jemput bola tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, dan warga dengan penyakit penyerta.

ANTARA/Wong/Ar

Comments are closed.