BERITAKALTIM.CO – Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, mengungkapkan pemangkasan anggaran desa berdampak signifikan terhadap kemampuan pemerintah desa dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan masyarakat kini anggaran yang tersisa hanya sekitar Rp300 juta.
“Awalnya anggaran itu banyak mas, tetapi setelah pemangkasan anggaran, yang tersisa hanya Rp300 juta,” kata Sukirno saat ditemui, Senin (02/02/2026)
”Kondisi ini membuat sejumlah rencana kegiatan pembangunan terpaksa ditunda,” tambahnya
Sukirno menjelaskan, keterbatasan anggaran memaksa pemerintah desa melakukan penyesuaian dan skala prioritas. Program yang bersifat mendesak dan langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat menjadi fokus utama.
“Kami harus benar-benar selektif. Anggaran yang ada diarahkan untuk belanja desa, peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, serta pelayanan masyarakat agar tetap berjalan,” ujarnya.
Ia berharap ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah di atasnya agar desa tetap memiliki ruang fiskal yang memadai untuk mendorong pembangunan dan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
”Semoga setelah pemangkasan ini masing-masing desa bisa mandiri,” pungkasnya.
SANDI | WONG
Comments are closed.