BeritaKaltim.Co

9 Korban Ledakan Gas Elpiji 12 Kg di Palembang Dirawat dan Ditanggung BPJS, 3 Korban Meninggal Dunia

BERITAKALTIM.CO-Sebanyak sembilan korban ledakan tabung gas elpiji 12 kilogram di Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang terjadi pada Sabtu, 31 Januari 2026, mendapatkan layanan pengobatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Seluruh korban hingga kini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pelabuhan Palembang.

“Kami menjamin memberikan pelayanan pengobatan terbaik. Para korban juga menerima layanan kesehatan BPJS,” ujar Humas RS Pelabuhan Palembang Septiḣia Imelda di Palembang, Selasa.

Ia menjelaskan, peristiwa ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, dan unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Pelabuhan Palembang langsung menerima sembilan pasien dengan luka bakar.

“Pasien luka bakar langsung mendapatkan penanganan medis maksimal dari dokter spesialis bedah RS Pelabuhan Palembang, dr Vidro Alif Gunawan, SpB, bersama tim medis IGD,” katanya.

Namun demikian, tiga korban dinyatakan meninggal dunia di IGD pada Sabtu malam pukul 23.39 WIB, setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis. Ketiga korban meninggal akibat luka bakar berat yang dialami.

Selain itu, satu korban dengan luka bakar mencapai 70 persen saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU dan direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit tipe A untuk penanganan lanjutan.

Sementara itu, lima pasien lainnya masih dirawat di RS Pelabuhan Palembang dengan kondisi stabil dan terus dalam pemantauan tim medis.

Berdasarkan informasi awal, insiden ledakan tersebut diduga dipicu kebocoran tabung elpiji 12 kilogram. Saat kejadian, pemilik rumah diketahui tengah menyiapkan makanan untuk acara ruwahan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kejadian tersebut, sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam penggunaan tabung gas elpiji di rumah.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.