BERITAKALTIM.CO-Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Cholil Nafis menyatakan MUI masih menunggu penjelasan resmi dari Presiden Prabowo Subianto terkait keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP).
Cholil menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa. Ia mengatakan MUI bersama organisasi masyarakat Islam lainnya berencana melakukan dialog langsung dengan Presiden Prabowo untuk membahas berbagai isu strategis, dengan fokus utama pada keikutsertaan Indonesia dalam BoP.
“Mau dialog tentang kepesertaan anggota Indonesia di BoP, Board of Peace. Mungkin nanti juga bisa melebar dengan tema-tema lainnya untuk kebaikan bangsa, termasuk soal bencana. Tapi tema utamanya soal Board of Peace,” ujar Cholil.
Cholil menegaskan sikap MUI selalu berpijak pada ajaran agama dan konstitusi negara. Ia mengingatkan bahwa Islam, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an, secara tegas menolak segala bentuk perbudakan dan penindasan terhadap umat manusia.
Prinsip tersebut, menurutnya, sejalan dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menyatakan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan di dunia.
“Kita anti penjajahan dan mendukung kemerdekaan Palestina. Itu sudah prinsip dasar,” katanya.
Meski demikian, Cholil menegaskan MUI belum mengambil sikap resmi terkait keanggotaan Indonesia dalam BoP. MUI ingin terlebih dahulu mendengarkan penjelasan langsung dari Presiden Prabowo mengenai alasan dan tujuan Indonesia bergabung dalam forum tersebut.
“Kita ingin mendengar penjelasan dari Pak Presiden, mengapa Indonesia bergabung. Nanti kita tunggu bagaimana penjelasannya Pak Presiden, setelah itu baru kita sampaikan sikap,” ujarnya.
Cholil menambahkan, berbagai pandangan yang berkembang di ruang publik saat ini belum mencerminkan keputusan final organisasi. Sikap resmi MUI, kata dia, masih menunggu hasil rapat internal dan klarifikasi lebih lanjut.
“Kita ingin yang terbaik, yaitu perdamaian dunia. Tapi kita belum tahu apa alasan Presiden untuk bergabung. Kita mau dengarkan dulu, setelah itu baru kita jelaskan ke publik,” pungkas Cholil.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.