BERITAKALTIM.CO-Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan pembangunan 1.200 hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana di wilayah Sumatera dapat rampung sebelum Ramadhan 1447 Hijriah.
“Huntara yang dibangun Kementerian PU targetnya sebelum Ramadhan semuanya selesai,” ujar Dody di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan Kementerian PU mendapat amanah untuk membangun 1.200 unit huntara sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Sumatera. Hunian tersebut disiapkan sebagai tempat tinggal sementara yang layak dan aman bagi masyarakat selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.
Pembangunan huntara dilakukan dengan pendekatan modular agar dapat diselesaikan lebih cepat dan segera dihuni. Meski demikian, Kementerian PU tetap memperhatikan aspek kenyamanan, sanitasi, serta ketersediaan fasilitas dasar pendukung kehidupan warga.
Dody menegaskan proses pembangunan dilakukan secara bertahap dan terencana, dimulai dari penyiapan lahan, pembangunan unit hunian, hingga penyediaan sarana pendukung seperti akses air bersih dan sanitasi.
“Target kami adalah memastikan masyarakat bisa segera menempati hunian ini dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan layak,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan apresiasi terhadap kinerja cepat Kementerian PU dalam menghadirkan hunian sementara bagi warga terdampak bencana.
Menurut AHY, keberadaan huntara tidak hanya menjawab kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga menjadi pemicu semangat pemulihan wilayah dan kehidupan masyarakat pascabencana.
“Ini menjadi langkah penting agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” ujar AHY.
Ke depan, Kementerian PU bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan terus mengawal penanganan pascabencana hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pemulihan infrastruktur dasar lainnya, dengan berkoordinasi lintas kementerian serta pemerintah daerah.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.