BeritaKaltim.Co

Tim DVI Polda Jabar Identifikasi 68 Korban Longsor Cisarua

BERITAKALTIM.CO-Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyatakan proses identifikasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih menghadapi kendala akibat kondisi jenazah yang telah mengalami perubahan signifikan.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan sebagian besar jenazah yang ditemukan telah berada di lokasi bencana selama lebih dari enam hari, sehingga mengalami pembusukan dan perubahan jaringan tubuh.

“Kondisi jenazah yang sudah lebih dari enam hari menyebabkan pembusukan dan perubahan jaringan, sehingga menjadi tantangan dalam proses identifikasi,” ujar Hendra di Bandung, Rabu.

Meski demikian, Hendra memastikan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat tetap dapat menjalankan proses identifikasi dengan memanfaatkan berbagai metode forensik yang tersedia.

“Sejauh ini belum ada kendala yang tidak bisa diatasi. Tim ante mortem dan post mortem masih bisa menggunakan berbagai teknik untuk menggali data identitas fisik korban,” katanya.

Hingga saat ini, sebanyak 68 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, 17 kantong jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi lanjutan oleh tim DVI.

“Biasanya pada sore hari tim DVI melakukan rekonsiliasi data ante mortem dan post mortem sebelum identitas korban diumumkan secara resmi,” jelas Hendra.

Polda Jawa Barat menegaskan proses identifikasi akan terus dilakukan secara maksimal dan profesional, mengingat data jumlah orang hilang masih terus diperbarui setiap harinya.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, jumlah orang hilang terus diperbarui. Kami akan melayani proses identifikasi ini sampai seluruh korban dapat dikenali dan diserahkan kepada keluarga sesuai prosedur,” kata Hendra Rochmawan.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.