BERITAKALTIM.CO – Acara Temu Bisnis Sumur Migas yang digagas kalangan insan pers Kalimantan Timur untuk menyemarakkan Hari Pers Nasional (HPN) di Samarinda, digelar di Gedung Olah Bebaya Komplek Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada. Sejumlah narasumber dari Kementerian ESDM, SKK Migas Pusat dan Pertamina terkonfirmasi siap hadir pada acara 10 Februari 2026 itu.
Ketua Panitia Temu Bisnis Sumur Migas, Charles Siahaan, menjelaskan, narasumber yang sudah mengkonfirmasi hadir, masing-masing adalah; Nanang Abdul Manaf, Staf Khusus Menteri ESDM. Kemudian dari SKK Migas ada Bambang Prayoga, Vice President Eksploitasi dan Luthvi Yuli Triono, Spesialis Madya Eksploitasi, Divisi Produksi dan Pemeliharaan Fasilitas.
Narsumber lainnya Benny Hidajat Sidik, VP Production & Project, PT Pertamina Hulu Energi dan Suhendro, Manager Production Operations, PT Pertamina Hulu Indonesia. Ada juga Giri Nurbaskoro, Direktur Utama BUMD PT Blora Patra Energi yang akan berbagi pengalaman bagaimana mengelola sumur Migas tua di Blora Jawa Tengah.
“Pejabat dari Dirjen Migas sampai hari ini belum terkonfirmasi kehadirannya. Sedangkan dari pembicara lokal akan kita tampilkan Pak Muhammad Iqbal, Direktur Utama BUMD PT Migas Mandiri Pratama, Kaltim,” kata Charles.
Acara Temu Bisnis Sumur Migas bekerja sama dengan SKK Migas Perwakilan Kalimantan – Sulawesi. Charles menjelaskan ide awalnya adalah Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.
Permen ESDM itu memberikan ruang kesempatan bagi koperasi Bumdes (Badan Usaha Milik Desa), pengusaha lokal untuk berbisnis mengelola sumur-sumur tua maupun idle yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan di seluruh Kalimantan Timur.
Charles mengatakan, ketika masalah tersebut menjadi pemberitaan media, ditanggapi oleh Pemprov Kaltim dan juga SKK Migas Perwakilan Kalsul agar peraturan itu disosialisasikan.
“Karena sama ide dan maksud tujuannya, maka jadilah acara temu bisnis ini,” ujar Pemred Beritakaltim tersebut.
Charles menceritakan, ia memilih momentum Hari Pers Nasional (HPN) sebagai waktu pelaksanaan acara Temu Bisnis, karena tuntutan kalangan wartawan juga.
“Tiap tahun para wartawan lokal ingin selalu ada perayaan hari pers di daerah, bukan cuma di pusat. Dan, kedua, acaranya harus yang bisa memberi manfaat kepada masyarakat. Nah, saya kira acara temu bisnis sumur migas ini sangat tepat dan bermanfaat,” ujarnya.
Peserta yang diundang, selain para pemimpin redaksi dan kalangan wartawan ekonomi. juga pelaku usaha koperasi merah putih, Bumdes dan koperasi-koperasi desa lainnya.
“Peserta dari desa ada yang begitu antusias, karena di desa mereka ditemukan sumur-sumur tua yang tidak aktif. Mereka mau datang dan berharap bisa membangun sinergi,” ujar Charles.
WONG
Comments are closed.