BeritaKaltim.Co

Hadiri HPN 2026, Cak Imin Tegaskan Teknologi Tak Boleh Gantikan Nurani Jurnalisme

BERITAKALTIM.CO-Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa jurnalisme tidak boleh kalah oleh algoritma di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Jurnalisme tidak boleh kalah oleh algoritma. Teknologi harus menjadi alat bantu, bukan pengganti nurani,” kata Cak Imin saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, Senin.

Kehadiran Cak Imin pada HPN 2026 mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang berhalangan hadir karena agenda bersamaan.

Dalam sambutannya, Cak Imin menyampaikan salam hormat serta apresiasi Presiden Prabowo kepada seluruh insan pers Indonesia atas dedikasi dan pengabdiannya bagi bangsa dan negara. Presiden, kata dia, menaruh penghargaan tinggi terhadap peran pers dalam menjaga demokrasi dan akal sehat publik.

Menurut Cak Imin, jurnalisme berisiko kehilangan makna dan kepercayaan publik apabila hanya mengandalkan kecepatan dan kecanggihan teknologi tanpa sentuhan manusia, kualitas, dan etika.

Ia juga menyoroti kondisi Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara, dengan lebih dari 80 persen penduduk terhubung internet dan rata-rata mengakses media sosial hampir tiga jam per hari. Situasi ini, lanjutnya, membuat kualitas informasi dan sentimen media sangat menentukan stabilitas sosial, ekonomi, serta kohesi kebangsaan.

Cak Imin menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pers nasional di tengah disrupsi digital, termasuk tantangan model bisnis media dan keadilan ekonomi.

“Negara berkomitmen memastikan media massa tetap mendapatkan mata rantai ekonomi yang adil agar jurnalisme berkualitas bisa terus hidup sebagai suluh demokrasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan pemerintah terhadap penguatan kebijakan ekonomi media, termasuk advokasi hak penerbit (publisher rights) sebagaimana telah diterapkan di berbagai negara maju.

Di tengah banjir informasi dan maraknya konten tidak berkualitas, Cak Imin menegaskan pers harus hadir sebagai penjernih informasi, bukan penambah kebisingan. Pers diharapkan berperan aktif melawan hoaks dan disinformasi, sekaligus menjembatani kebijakan pemerintah dengan pemahaman publik.

Ia mencontohkan peran pers dalam mengawal serta mengedukasi masyarakat terkait program prioritas nasional, seperti sekolah rakyat, makan bergizi gratis, koperasi desa, dan program strategis jangka panjang lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Cak Imin menekankan tiga peran utama pers ke depan, yakni sebagai sarana edukasi publik, penjaga etika dan integritas ruang digital, serta pelindung martabat manusia dengan menghindari praktik pemberitaan yang melukai dan melanggar privasi.

Menutup sambutannya, Cak Imin mengajak insan pers, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi demi membangun ekosistem pers yang sehat, bermartabat, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Teruslah menjaga nurani bangsa,” tuturnya.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.