BeritaKaltim.Co

Soal Gaza, Iran Sebut AS Tak Netral Pimpin Dewan Perdamaian

BERITAKALTIM.CO-Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menilai Amerika Serikat (AS) tidak layak memimpin inisiatif perdamaian di Gaza melalui Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) karena dianggap berpihak kepada Israel.

“Kami menilai upaya tersebut tidak akan berhasil, karena rezim Zionis Israel merupakan pihak yang melakukan pendudukan wilayah dan didukung secara terbuka oleh Amerika Serikat,” kata Boroujerdi kepada wartawan usai menghadiri Resepsi Hari Nasional Republik Islam Iran di Jakarta, Selasa.

Menurut Boroujerdi, setiap upaya perdamaian di Gaza maupun wilayah pendudukan Palestina seharusnya diprakarsai oleh negara-negara yang bersikap netral atau organisasi internasional yang independen.

“Mereka sudah memiliki keberpihakan. Jika sudah berpihak, maka mereka tidak berhak berbicara mengenai mediasi, proses perdamaian, atau membentuk dewan perdamaian,” ujarnya merujuk pada peran AS.

Ia menegaskan Iran meyakini bahwa perdamaian yang adil dan berkelanjutan hanya dapat terwujud jika prosesnya difasilitasi pihak-pihak netral tanpa kepentingan politik tertentu.

Boroujerdi juga menyampaikan pesimismenya terhadap prospek perdamaian di Gaza, lantaran Israel dinilai tidak memiliki komitmen terhadap gencatan senjata, perjanjian damai, maupun solusi dua negara.

“Walaupun terdapat kesepakatan gencatan senjata dengan Lebanon, Suriah, dan Gaza, kenyataannya serangan masih terus terjadi hampir setiap hari. Ini menunjukkan tidak adanya komitmen terhadap perjanjian apa pun,” katanya.

Dengan rekam jejak tersebut, Boroujerdi menilai sulit mempercayai Israel akan menerima solusi dua negara maupun perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 22 Januari meluncurkan Board of Peace dalam forum World Economic Forum di Davos, Swiss, sebagai inisiatif untuk mendorong perdamaian global, termasuk di Gaza.

Sejumlah negara, termasuk Indonesia, telah menyatakan bergabung dalam dewan tersebut. Gedung Putih juga mengumumkan rencana penyelenggaraan konferensi tingkat tinggi para pemimpin Board of Peace pada 19 Februari 2026 untuk mendorong fase kedua gencatan senjata di Gaza serta menghimpun dana rekonstruksi wilayah Palestina yang terdampak perang.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.