BeritaKaltim.Co

Dugaan Keracunan Menu MBG di Waru, Pemkab Penajam Perketat Keamanan Pangan

BERITAKALTIM.CO-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, memperketat pengawasan standar keamanan pangan Program Makan Gizi Gratis (MBG) menyusul dugaan puluhan peserta didik penerima manfaat mengalami keracunan menu MBG di Kecamatan Waru.

Wakil Bupati Penajam Paser Utara Abdul Waris Muin mengatakan kejadian tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah daerah agar pelaksanaan Program MBG diawasi lebih ketat.

“Kejadian di Waru sebagai peringatan bagi pemerintah kabupaten untuk lebih memperketat pengawasan agar standar keamanan pangan terjaga. Pemerintah kabupaten berupaya kejadian itu tidak terulang,” ujar Abdul Waris Muin, Kamis.

Sebanyak 25 peserta didik mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Waru setelah mengalami gejala sakit perut, muntah-muntah, hingga sesak napas. Keluhan tersebut diduga muncul setelah mengonsumsi sejumlah menu MBG, termasuk puding yang disajikan pada Rabu (11/2).

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait sumber pasti penyebab dugaan keracunan tersebut. Namun berdasarkan informasi awal, makanan tambahan yang diambil dari luar dapur MBG diduga menjadi pemicu gangguan pencernaan para peserta didik penerima manfaat.

“Boleh saja dapur penyedia menu MBG memberikan makanan dari luar dapur MBG, tapi harus benar-benar steril,” jelasnya.

Pemkab Penajam Paser Utara berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG guna memastikan menu yang disajikan lebih aman demi mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas.

Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengelola Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), dipanggil guna dilakukan evaluasi mendalam. Evaluasi mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari standar kebersihan dapur, kualitas bahan baku, hingga proses distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

“Disarankan SPPG jangan mengambil makanan dari luar. Seluruh menu MBG harus diolah langsung oleh petugas dapur sesuai prosedur keamanan pangan,” tegasnya.

Abdul Waris Muin menambahkan, dari target 24 SPPG di Kabupaten Penajam Paser Utara, hingga saat ini sembilan SPPG telah beroperasi dan melayani sekitar 11.570 peserta didik sebagai penerima manfaat Program MBG.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.