BeritaKaltim.Co

Danantara siap investasi empat proyek total senilai Rp202,4 T di 2026

BERITAKALTIM.CO – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) bersiap akan melakukan investasi ke sebanyak empat proyek prioritas pada tahun 2026.

Empat proyek itu diberi nama Proyek Wamena, Proyek Cordova, Proyek Fukuoka, dan Proyek Johor, dengan total nilai investasi ke empat proyek sebesar Rp202,4 triliun.

“Tahun ini, selain 20 proyek hilirisasi, tetapi juga proyek waste to energy, juga investasi fasilitas caustic soda, perkembangan data center, platform bersama global operator, dan juga investasi di Australia itu kurang lebih ini nilai-nilainya,” ujar CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat.

Rincian empat proyek tersebut, pertama, Proyek Wamena yaitu Pengembangan fasilitas Waste to Energy (WtE) tersebar di 33 kota dengan nilai investasi sebesar Rp84 triliun, yang ditargetkan dapat menciptakan multiplier effect sebesar 10 kali lipat.

Kedua, Proyek Cordova yaitu pengembangan fasilitas caustic soda untuk mendukung hilirisasi dengan nilai investasi sebesar Rp13,4 triliun, yang ditargetkan dapat menciptakan multiplier effect sebesar lima kali lipat.

Ketiga, Proyek Fukuoka yaitu pengembangan Data Center Platform bersama global operator dengan nilai investasi sebesar Rp21 triliun, yang ditargetkan dapat menciptakan multiplier effect sebesar enam kali lipat.

Ke empat, Proyek Johor yaitu investasi di bidang agrikultur dengan nilai investasi sebesar Rp84 triliun, yang ditargetkan dapat menciptakan multiplier effect sebesar dua kali lipat.

Pada 6 Februari 2026, Danantara Indonesja telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) enam proyek hilirisasi fase I, dengan total investasi mencapai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun yang tersebar di 13 daerah.

Rosan menilai proyek-proyek tersebut menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi daerah.

Alhamdulillah pada hari ini kita baru saja melakukan hal yang sangat penting. Bukan hanya dari segi investasi, tapi juga dari sisi membuat lapangan pekerjaan, dari segi pertumbuhan daerah dan pertumbuhan nasional, tentunya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Rosan.

Adapun, proyek-proyek yang masuk dalam fase pertama ini meliputi pembangunan dua proyek hilirisasi bauksit dengan nilai investasi sekitar 3 miliar dolar AS, pengembangan bioavtur, bioetanol, industri garam, serta integrated poultry atau peternakan ayam yang komprehensif.

Proyek-proyek tersebut dinilai akan mendukung berbagai program prioritas pemerintah, terutama dalam penguatan hilirisasi dan ketahanan industri nasional.

ANTARA | WONG

Comments are closed.