BERITAKALTIM.CO – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur menggelar sosialisasi intensif bagi pelajar guna memperkuat keamanan digital serta menangkal ancaman intoleransi di media sosial.
Penelaah Teknis Kebijakan Diskominfo Kaltim, Dafa Ezra, di Samarinda, Jumat, menegaskan bahwa kesadaran akan perlindungan data pribadi kini menjadi sebuah keharusan di era transformasi digital.
“Rendahnya literasi digital membuat generasi muda rentan terhadap penyalahgunaan data, seperti akun palsu hingga penipuan terorganisir,” ungkapnya dalam seminar bertajuk “Transformasi Gim Online dan Ancaman Intoleransi di Media Sosial” di MA Darul Ihsan, Samarinda.
Dafa mengupas berbagai kejahatan siber (cybercrime), mulai dari phishing hingga ancaman ransomware.
Ia juga menyoroti bagaimana hoaks dan cyber bullying dapat memicu sikap intoleransi. Sebagai langkah preventif, siswa didorong untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) dan rutin memperbarui kata sandi.
Dafa juga mengingatkan bahwa fitur live chat pada gim daring sering kali menjadi celah masuknya radikalisme. Terlebih, jejak digital yang buruk dapat menghambat prospek karier siswa di masa depan.
Melalui edukasi ini, Diskominfo Kaltim berharap lahirnya komunitas “Pelajar Sadar Digital” sebagai garda depan verifikasi informasi.
“Teknologi adalah alat, tapi karakter penggunanya adalah penentu,” tutup Dafa.
ANTARA | WONG
Comments are closed.