BeritaKaltim.Co

Indonesia dorong ekspansi QRIS ke negara-negara D-8

BERITAKALTIM.CO – Indonesia akan mengoptimalkan keketuaannya di organisasi Developing Eight (D-8) untuk memperluas aksesibilitas sistem pembayaran nasional “Quick Response Code Indonesian Standard” (QRIS) di lingkup negara-negara anggota organisasi tersebut.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu RI Tri Tharyat menyampaikan bahwa keketuaan D-8 kali ini memberi kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan sesama negara anggota terkait penetrasi QRIS.

“Kami sudah bicara dengan Bank Indonesia supaya mulai menjajaki perluasan penggunaan QRIS di antara negara-negara D-8,” kata Dirjen Tri dalam diskusi bersama redaksi media di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, Jumat.

Saat ditanya mengenai negara D-8 dengan potensi terbesar untuk ekspansi penetrasi QRIS di tahap selanjutnya, Tri menyebut dua negara, yaitu Mesir dan Turki, mengingat besarnya jumlah WNI yang bermukim dan melanjutkan pendidikannya di sana.

Tri mengatakan, perluasan akses QRIS ke negara-negara D-8 akan memudahkan transaksi antara masyarakat negara-negara D-8 serta mendukung upaya Indonesia menjadi hub keuangan digital global.

Menurut Dirjen Kemlu itu, inisiatif memperluas jangkauan QRIS juga sesuai dengan satu dari lima agenda prioritas keketuaan Indonesia di D-8, yaitu meningkatkan konektivitas dan ekonomi digital, termasuk pengembangan UMKM.

“Kita juga akan melakukan ‘showcasing’ kisah sukses pemanfaatan QRIS bagi dunia usaha,” ucap Tri, menambahkan.

Selain itu, di bawah agenda yang sama untuk meningkatkan konektivitas, Tri memastikan bahwa Kementerian Perhubungan telah melakukan penjajakan dengan mitra di negara-negara D-8, meski belum diungkapkan bentuk konkret kolaborasi yang akan dilakukan.

D-8 merupakan kelompok kerja sama ekonomi yang dibentuk pada 1997 oleh delapan negara berkembang: Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi anggota ke-9 pada 2025.

Keketuaan Indonesia di D-8 untuk periode 2026—2027 mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama,” yang mendorong adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, inklusifitas, dan ketahanan.

Disampaikan Dirjen Tri, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 akan dilaksanakan di Jakarta pada 15 April 2026, yang akan didahului dengan pertemuan tingkat menteri luar negeri serta forum bisnis dan investasi.

ANTARA | WONG

 

Comments are closed.