BERITAKALTIM.CO-Wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mengkaji pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Barat mulai bergulir di internal DPRD. Sejumlah fraksi disebut telah mengajukan usulan resmi. Namun hingga kini, pimpinan DPRD Balikpapan belum memberikan sikap tegas.
Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, membenarkan adanya inisiatif dari beberapa fraksi tersebut. Meski begitu, ia mengaku belum menerima langsung dokumen pengajuan itu.
“Informasinya ada beberapa fraksi yang mengajukan. Tapi sampai hari ini saya belum lihat, belum sampai di meja saya. Informasinya sudah ada di sekretariat, tapi saya belum terima, hingga saat ini,” ujarnya, pada hari Jumat, 13 Februari 2026, di Balai Kota Balikpapan.
Alwi menegaskan, sebelum mengambil keputusan, ia bersama para wakil ketua DPRD akan melakukan koordinasi internal. Langkah itu dinilai penting agar sikap lembaga bersifat kolektif dan tidak tergesa-gesa.
“Saya bersama wakil ketua akan koordinasi dulu seperti apa ke depannya. Kalau memang dianggap perlu, tentu akan kita sampaikan secara resmi,” tambahnya.
Isu ini mencuat seiring sorotan terhadap progres pembangunan RS Sayang Ibu di Balikpapan Barat, terutama terkait dana yang telah dicairkan, namun dinilai belum sepenuhnya sebanding dengan kondisi pekerjaan di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Alwi menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterima DPRD, terdapat pengembalian dana dari pihak pelaksana proyek.
“Informasinya sekitar 20 persen dana sudah diambil dari 17 persen pekerjaan. Di lapangan juga ada progres pekerjaan sekitar 17 persen,” jelasnya.
Meski ada pengembalian dana, DPRD tetap akan mendalami data sebelum menentukan perlu tidaknya pembentukan Pansus. Alwi juga menyebut akan berkoordinasi dengan Penjabat Sekretaris Daerah Balikpapan, Agus Budi, untuk memperoleh gambaran menyeluruh.
“Pada intinya kami akan diskusi dulu dengan pimpinan. Saya belum bisa memberikan jawaban sebelum ada pembahasan internal,” tegasnya.
Wacana Pansus ini menjadi ujian fungsi pengawasan DPRD terhadap proyek strategis daerah. Jika disepakati, pembentukan Pansus diharapkan dapat memperjelas duduk persoalan, memastikan transparansi penggunaan anggaran, serta menjaga akuntabilitas pembangunan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Balikpapan Barat.
NIKEN | WONG
Comments are closed.