BeritaKaltim.Co

Prabowo: Program MBG Produksi dan Distribusikan 4,5 Miliar Porsi Makanan

BERITAKALTIM.CO-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencatat capaian besar dengan total 4,5 miliar porsi makanan yang telah diproduksi dan didistribusikan sejak program tersebut berjalan.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat memaparkan perkembangan pelaksanaan MBG sebagai salah satu program prioritas pemerintah dalam agenda Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat.

“Kalau dijumlahkan selama ini, kita sudah memproduksi dan mendistribusi 4,5 miliar porsi makanan, 4,5 miliar,” kata Presiden yang disambut tepuk tangan para peserta forum.

Forum tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan strategis, antara lain perwakilan Dana Moneter Internasional (IMF), asosiasi dunia usaha, lembaga riset, perbankan, hingga perusahaan pemeringkat internasional.

Presiden mengungkapkan bahwa program MBG saat ini menjangkau sekitar 60,2 juta penerima manfaat setiap hari, yang terdiri atas anak-anak, ibu hamil, serta lanjut usia yang hidup sendiri tanpa pendamping.

Menurut Presiden, skala distribusi tersebut setara dengan memberi makan jumlah penduduk Afrika Selatan setiap harinya, sehingga menjadi capaian besar dari sisi manajemen, logistik, dan pengendalian program.

“60.200.000 tiap hari kita beri makan. Kalau dihitung, berarti kita memberi makan penduduk sebesar Afrika Selatan tiap hari,” ujarnya.

Presiden menjelaskan bahwa untuk kelompok ibu hamil dan lansia, penyaluran makanan dilakukan melalui pengantaran langsung ke rumah guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Meski demikian, Presiden mengakui terdapat sekitar 28 ribu penerima manfaat yang mengalami gangguan terkait makanan dengan berbagai penyebab. Namun, sebagian besar kasus tersebut tidak memerlukan perawatan intensif.

Jika dibandingkan dengan total 4,5 miliar porsi makanan yang telah disalurkan, Presiden menilai angka tersebut sangat kecil secara statistik.

Presiden menegaskan pemerintah tetap menargetkan peningkatan standar pelaksanaan program dengan tujuan mencapai kesalahan nol (zero error).

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif dan menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial serta meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.