BERITAKALTIM.CO — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja ke area pengembangan infrastruktur pengalihan jalan Gurimbang–Talisayan milik PT Berau Coal. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung progres pembangunan jalan baru yang dirancang guna meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, serta keandalan akses logistik perusahaan.
Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto mengatakan, pembangunan jalan pengalihan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan aktivitas operasional pertambangan berjalan seiring dengan peningkatan standar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Jalan ini dibangun dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan efisiensi. Kami melihat langsung bagaimana desain jalan mengalami penyesuaian agar lebih aman dan andal untuk mendukung aktivitas operasional,” kata Bambang, Selasa (17/2/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bambang menjelaskan bahwa terjadi perubahan spesifikasi dibandingkan desain awal. Panjang trase jalan yang semula direncanakan sekitar 4,7 kilometer kini bertambah menjadi 7,6 kilometer.
Meski jaraknya lebih panjang, perubahan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap waktu tempuh perjalanan.
“Justru dengan desain geometri jalan yang lebih baik, waktu tempuh menjadi lebih efisien. Dari sebelumnya sekitar 9,6 menit, kini bisa ditekan menjadi kurang lebih 9 menit,” jelasnya.
Menurut Bambang, efisiensi tersebut didukung oleh karakteristik jalan baru yang lebih lurus dan landai dibandingkan jalur lama yang berkelok serta memiliki tingkat kemiringan cukup curam. Kondisi ini dinilai lebih aman, terutama bagi kendaraan operasional dengan muatan berat.
Selain itu, peningkatan juga dilakukan dari sisi dimensi jalan. Lebar bahu jalan diperluas dari sebelumnya 2 meter menjadi 2,5 meter, sementara lebar badan jalan utama tetap dipertahankan di angka 7 meter.
“Peningkatan spesifikasi ini diharapkan dapat memberikan tingkat keamanan dan kenyamanan berkendara yang lebih optimal, baik bagi kendaraan operasional perusahaan maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Bambang menegaskan, Dinas ESDM Kaltim akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pembangunan infrastruktur pendukung pertambangan agar tetap sesuai dengan ketentuan teknis dan prinsip keselamatan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pengembangan infrastruktur tambang tidak hanya mendukung operasional, tetapi juga mengedepankan keselamatan dan keberlanjutan,” pungkasnya.
YANI | WONG
Comments are closed.