BERITAKALTIM.CO-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kepemilikan rumah aman atau safe house di wilayah Ciputat yang diduga berkaitan dengan kasus suap dan gratifikasi terkait importasi barang KW di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
“Ini masih didalami kepemilikannya,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada jurnalis di Jakarta, Rabu, merujuk pada rumah aman yang diungkap pada 13 Februari 2026.
Selain itu, KPK juga menelusuri kepemilikan safe house lain yang sebelumnya diungkap saat konferensi pers penetapan tersangka pada 5 Februari 2026.
“Termasuk juga penggunaan safe house dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan pada pekan sebelumnya, di mana para pihak menggunakannya untuk menempatkan uang-uang yang diduga terkait perkara ini,” kata Budi.
OTT di Lingkungan Bea Cukai
Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK mengonfirmasi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Salah satu pihak yang ditangkap adalah Rizal, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat.
Pada 5 Februari 2026, KPK menetapkan enam dari 17 orang yang diamankan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang KW.
Mereka antara lain:
-
Rizal (RZL), Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–Januari 2026
-
Sisprian Subiaksono (SIS), Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC
-
Orlando Hamonangan (ORL), Kepala Seksi Intelijen DJBC
-
John Field (JF), pemilik Blueray Cargo
-
Andri (AND), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo
-
Dedy Kurniawan (DK), Manajer Operasional Blueray Cargo
Penyitaan Rp5 Miliar
Pada 13 Februari 2026, KPK mengumumkan penyitaan uang sekitar Rp5 miliar yang ditemukan dalam lima koper di wilayah Ciputat.
Namun, hingga kini lembaga antirasuah belum memerinci secara detail apakah penyitaan tersebut dilakukan di sebuah rumah, kantor, atau lokasi lainnya.
KPK memastikan proses penyidikan terus berjalan, termasuk pendalaman aliran dana serta keterkaitan safe house dengan praktik suap dan gratifikasi dalam perkara tersebut.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.