BERITAKALTIM.CO-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) mengimbau masyarakat di wilayah barat selatan Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama dua hari ke depan. Peringatan ini dikeluarkan menyusul prakiraan hujan lebat yang berpotensi disertai angin kencang.
Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya Aceh, Rijal Sains Fikri, mengatakan dinamika atmosfer menjadi faktor utama meningkatnya potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
“Karena adanya dinamika atmosfer yang mempengaruhi kondisi cuaca di barat selatan Aceh, yaitu aktifnya Madden Julian Oscillation atau MJO di wilayah Provinsi Aceh,” ujarnya kepada ANTARA, Jumat.
Fenomena Aceh saat ini dipengaruhi oleh aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO), yakni gelombang atmosfer tropis yang bergerak ke arah timur sepanjang garis ekuator, melintasi Samudera Hindia hingga Samudera Pasifik dalam siklus 30 hingga 60 hari.
MJO membawa dua fase utama, yakni fase basah yang meningkatkan curah hujan dan fase kering. Saat MJO berada pada fase aktif (basah) dan melintasi wilayah benua maritim Indonesia, terjadi peningkatan signifikan curah hujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Selain pengaruh MJO, kondisi cuaca ekstrem di barat selatan Aceh juga diperparah oleh adanya konvergensi atau penumpukan massa udara. Kondisi ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang meningkatkan potensi hujan lebat serta angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari.
BMKG memprakirakan potensi hujan lebat dan angin kencang masih akan terjadi hingga Sabtu atau Minggu (21–22/2). Masyarakat di daerah rawan bencana, terutama yang tinggal di lereng perbukitan atau dekat aliran sungai, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir dan tanah longsor.
Selain itu, angin kencang juga berpotensi menyebabkan pohon tumbang serta kerusakan pada bangunan ringan. Warga diimbau untuk mengamankan barang-barang di luar rumah dan menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan deras disertai angin.
Sementara itu, untuk prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan barat selatan Aceh, BMKG menyebutkan masih dalam kategori normal. Sepanjang Jumat, ketinggian gelombang diperkirakan berkisar antara satu hingga dua meter.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi guna mengantisipasi dampak yang lebih besar dari potensi cuaca ekstrem tersebut.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.