BERITAKALTIM.CO-Predikat Kota Layak Anak yang diraih Balikpapan diminta tidak sekadar menjadi simbol penghargaan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam seluruh kebijakan pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi.
Menurut Iwan, penghargaan dari pemerintah pusat sebagai kota ramah anak, termasuk peresmian Taman Bekapai atau Taman Literasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, harus menjadi spirit dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Pembangunan Kota Balikpapan.
“Ini harus menjadi semangat bersama. Kota Layak Anak bukan hanya tanggung jawab satu dinas, tetapi seluruh organisasi perangkat daerah,” ujarnya, pada hari Senin, 23 Februari 2026.
Legislatif PPP menyoroti keterbatasan anggaran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) sebagai leading sector kebijakan Kota Layak Anak. Karena itu, diperlukan harmonisasi dan dukungan lintas OPD agar program yang dirancang bisa berjalan maksimal.
Lanjut Iwan mencontohkan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, hingga Dinas Pekerjaan Umum harus terlibat aktif dan terintegrasi dalam mewujudkan kota yang benar-benar ramah anak.
“Misalnya Dinas Pekerjaan Umum menghadirkan ruang terbuka hijau yang dilengkapi tempat bermain anak dan taman literasi. Saat membangun gedung pun harus ada ruang bermain, ruang menyusui, dan fasilitas ramah anak lainnya,” jelas Anggota DPRD Dapil Balikpapan Utara.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut sejatinya telah dituangkan dalam peraturan kepala daerah terkait penyediaan fasilitas ramah anak di gedung dan layanan publik, seperti perbankan, rumah sakit, maupun fasilitas pelayanan lainnya.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya pengawasan dan implementasi yang konsisten agar regulasi tersebut tidak hanya menjadi dokumen administratif.
“Ini harus menjadi atensi kita bersama. Hakikat dari rencana strategis kebijakan itu harus benar-benar mendukung terwujudnya Kota Layak Anak yang sesungguhnya,” tegasnya.
Iwan menilai, komitmen bersama lintas sektor sangat penting untuk memastikan anak-anak di Balikpapan mendapatkan hak-haknya secara optimal. “Anak adalah masa depan kita. Menciptakan kota yang ramah anak berarti kita sedang menyiapkan generasi masa depan Kota Balikpapan,” pungkasnya.
NIKEN | WONG
Comments are closed.