BERITAKALTIM.CO- Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Balikpapan yang dijadwalkan pada 26 Februari 2026 dipastikan bukan sekadar agenda rutin lima tahunan. Forum ini menjadi momentum konsolidasi, sekaligus penentuan arah politik Golkar Balikpapan ke depan.
Dukungan terhadap Rahmad Mas’ud untuk kembali memimpin DPD Golkar Balikpapan disebut masih terlalu kuat sampai menjelang pelaksanaan Musda.
Ketua Steering Committee (SC) Musda, Andi Arief Agung, menyampaikan bahwa kegiatan akan digelar di Royal Mahligai, kawasan Grand City Balikpapan Utara, dan rencananya dibuka langsung oleh Ketua DPD Golkar Kalimantan Timur yang juga Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.
“Peserta yang hadir meliputi pengurus provinsi, pimpinan kecamatan se-Kota Balikpapan, organisasi sayap seperti AMPG dan KPPG, serta organisasi pendiri dan yang didirikan partai,” ujar Andi, pada hari Selasa, 24 Februari 2026.
Adapun organisasi yang terlibat antara lain Soksi, Kosgoro, MKGR, HWK, Alhidayah, hingga AMPI. Rangkaian Musda juga akan diisi dengan silaturahmi dan buka puasa bersama, mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan momentum Ramadan.
Secara agenda, Musda akan membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, sidang komisi untuk merumuskan program kerja, serta pemilihan ketua DPD yang baru. “Yang paling ditunggu tentu pemilihan ketua DPD Golkar Balikpapan,” kata Andi.
Ia menambahkan, seluruh persiapan telah dimatangkan melalui pleno DPD pada 22 Februari lalu, termasuk penetapan jadwal, lokasi, dan susunan panitia.
Menurut Andi, dukungan terhadap Rahmad Mas’ud tidak lepas dari capaian politik Golkar Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir. Partai berlambang pohon beringin itu sukses memenangkan pemilihan kepala daerah dua periode berturut-turut serta meningkatkan kursi DPRD dari 11 menjadi 16 kursi pada periode ini.
“Itu prestasi yang sangat luar biasa. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut,” ujarnya.
Ke depan, Golkar Balikpapan bahkan memasang target ambisius: meraih hingga 50 persen kursi DPRD kota pada pemilu mendatang. Target ini dinilai strategis untuk memperkuat posisi partai dalam berbagai kontestasi politik.
Musda kali ini pun menjadi titik krusial, apakah Golkar Balikpapan memilih melanjutkan kepemimpinan dengan figur yang dinilai sukses, atau membuka ruang bagi regenerasi. Yang jelas, konsolidasi internal akan menjadi kunci menghadapi peta politik yang kian dinamis.
NIKEN | WONG
Comments are closed.